Ikuti Kami
kabarmalam.com

Menjaga Marwah Pergerakan, BEM Bersatu Tolak Keras Upaya Penunggang Gelap Politik di Tubuh Mahasiswa

Husnul | kabarmalam.com
Selasa, 16 Jun 2026 18:04 WIB
Menjaga Marwah Pergerakan, BEM Bersatu Tolak Keras Upaya Penunggang Gelap Politik di Tubuh Mahasiswa

Kabarmalam.com — Marwah pergerakan mahasiswa kini tengah berada di persimpangan jalan yang krusial. Aliansi mahasiswa yang menamakan diri sebagai BEM Bersatu secara tegas menyuarakan penolakan terhadap segala bentuk infiltrasi dan penunggang gelap yang mencoba memanfaatkan gerakan mahasiswa demi kepentingan politik praktis. Bagi mereka, suara mahasiswa haruslah murni menjadi penyambung lidah rakyat, bukan sekadar bidak dalam papan catur perebutan kekuasaan para elite.

Pernyataan sikap ini disampaikan langsung oleh juru bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung khidmat di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur, pada Selasa (16/6/2026). Rahmat, yang juga menjabat sebagai Ketua BEM Hukum Universitas Islam Attahiriyah (UIC), menekankan bahwa mahasiswa tidak boleh membiarkan idealisme mereka digadaikan demi agenda jangka pendek kelompok tertentu.

Kritik Atas Lemahnya Kajian dan Salah Prioritas

BEM Bersatu menyoroti fenomena aksi belakangan ini yang dinilai kehilangan arah dan kedalaman substansi. Mereka menyayangkan adanya gerakan yang tampak reaktif tanpa didasari kajian akademis yang kuat serta argumentasi yang tajam. Fokus isu yang diangkat pun dipertanyakan urgensinya di tengah kebutuhan mendasar masyarakat yang lebih mendesak.

Baca Juga  Amukan Si Jago Merah di Gandamekar: Gudang Limbah Terbakar, 7 Rumah Warga Bekasi Ludes Terpanggang

“Sangat disayangkan, perhatian publik justru terdistorsi oleh isu-isu yang bukan menjadi prioritas utama rakyat. Salah satu contohnya adalah penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis. Padahal, program ini menyentuh langsung aspek kesejahteraan dan perbaikan gizi masyarakat luas. Meski tata kelolanya memang harus kita kawal ketat, namun menolak esensinya tanpa alasan yang objektif tentu patut dipertanyakan,” ujar Rahmat dengan nada lugas.

Dugaan Infiltrasi Tokoh dan Jaringan Politik

Dalam narasi yang lebih berani, BEM Bersatu mengungkap adanya dugaan keterlibatan jejaring politik tertentu di balik layar aksi mahasiswa. Sorotan tajam diarahkan kepada salah satu pimpinan aksi, Tiyo Ardianto, yang disinyalir memiliki kedekatan dengan figur-figur politik nasional. Rahmat membeberkan temuan mengenai kendaraan operasional yang digunakan, sebuah mobil Fortuner yang diduga terdaftar atas nama kerabat dekat purnawirawan TNI yang berafiliasi dengan tim pemenangan salah satu kandidat Pilpres 2024.

Baca Juga  Langkah Tegas Presiden Prabowo: Jabatan Personel Polri di Luar Institusi Akan Dibatasi Secara Ketat

Tak berhenti di situ, kehadiran sejumlah politikus senior di tengah massa aksi serta partisipasi dalam forum-forum diskusi bersama tokoh-tokoh oposisi di Bandung semakin memperkuat kecurigaan adanya desain politik praktis yang berkelindan dengan gerakan mahasiswa. BEM Bersatu menyerukan agar mahasiswa kembali ke jalur independensi dan tidak membiarkan diri mereka dimanfaatkan sebagai alat tekanan politik.

Tiga Tuntutan Utama BEM Bersatu

Guna mengembalikan kemurnian gerakan, BEM Bersatu merumuskan tiga poin tuntutan yang menjadi komitmen bersama:

  • Sterilisasi Gerakan: Mendesak agar seluruh elemen mahasiswa membersihkan gerakan dari segala bentuk pendanaan, fasilitas, maupun intervensi dari aktor-aktor politik praktis.
  • Keberlanjutan Program Strategis: Mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis demi kesejahteraan rakyat, dengan catatan tetap melakukan pengawasan terhadap tata kelola yang transparan dan akuntabel.
  • Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu: Mendukung pengusutan tuntas kasus korupsi tanpa diskriminasi, serta mengajak mahasiswa seluruh Indonesia untuk mengawal proses hukum secara kritis dan objektif.
Baca Juga  Aroma Politik di Balik Gerakan Mahasiswa, BEM Bersatu Endus Keterlibatan Purnawirawan Jenderal

Daftar Aliansi yang Tergabung

Aksi pernyataan sikap ini didukung oleh berbagai perwakilan pimpinan mahasiswa dari lintas universitas, di antaranya:

  • Wildan Ricky (Ketua BEM Fakultas Hukum UNISIA)
  • Muhammad Yani (BEM Fakultas Hukum UIJ)
  • Ardi Zulkifly (Ketua BEM FISIP UNAS)
  • Ardiansyah (Ketua BEM Institut Al-Aqidah)
  • Ahmad Ghazy (BEM Psikologi UNJ)
  • Alfi (Ketua BEM FEB UNPAM)
  • Rahmat Djimbula (Ketua BEM Hukum UIC)
  • Dicky (BEM F.IPS Unindra)
  • Ahmad (BEM Fakultas Teknik Universitas BSI)
  • Rezky Anandar (BEM Institut STIAMI)

Melalui konsolidasi ini, BEM Bersatu bertekad untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah intelektualitas dan keberpihakan mahasiswa hanya kepada kepentingan rakyat Indonesia.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul