Gempa M 5,1 Guncang Palu, BMKG Ungkap Pemicu dan Rangkaian Aktivitas Sesar Aktif
Rabu, 17 Jun 2026 04:04 WIB
Kabarmalam.com — Wilayah Sulawesi Tengah kembali dideru getaran tektonik setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,1 mengguncang Kota Palu dan sekitarnya pada Rabu (17/6/2026). Berdasarkan data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kekuatan gempa bumi tersebut kemudian dimutakhirkan menjadi magnitudo 4,9.
Analisis Mendalam Penyebab Gempa
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengungkapkan bahwa pusat gempa atau episenter terletak pada koordinat 1,11° LS dan 120,32° BT. Lokasi tepatnya berada di darat, sekitar 54 kilometer arah Tenggara Kota Palu, dengan kedalaman hiposenter yang cukup dangkal, yakni 11 kilometer.
“Melihat lokasi episenter dan kedalamannya, ini merupakan jenis gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan adanya pergerakan turun atau yang dikenal secara teknis sebagai normal fault,” jelas Wijayanto dalam keterangan resminya yang diterima tim redaksi.
Dampak Guncangan di Berbagai Wilayah
Guncangan ini dirasakan cukup nyata di beberapa titik dengan skala intensitas yang bervariasi. Menurut pemodelan shakemap BMKG, getaran paling kuat dirasakan di Balinggi, Parigi Moutong dengan skala V MMI. Sementara itu, wilayah Palolo, Sigi, dan Torue merasakan getaran pada skala IV-V MMI.
Wilayah lain yang turut melaporkan adanya guncangan antara lain:
- Kota Sigi Biromaru dan Poso: III MMI
- Kota Palu: II-III MMI
- Kota Donggala dan Pasangkayu: II MMI
Meskipun getaran dirasakan cukup luas, BMKG memastikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan. Kabar baiknya, hasil pemodelan menunjukkan bahwa aktivitas sesar ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Bagian dari Rangkaian Gempa Susulan
Peristiwa ini rupanya bukan fenomena tunggal. Wijayanto menjelaskan bahwa lindu tersebut merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan (aftershock) pasca gempa besar bermagnitudo 6,7 yang melanda Palu pada 16 June 2026 lalu. Sejak kejadian utama tersebut, BMKG terus melakukan pemantauan ketat.
Hingga pukul 02.00 WIB hari ini, tercatat telah terjadi sebanyak 354 aktivitas gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai M 5,2. Mengingat tingginya frekuensi gempa susulan, masyarakat diimbau untuk tetap waspada namun tidak panik.
“Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi atau isu yang tidak jelas sumber kebenarannya. Pastikan selalu memantau kanal resmi BMKG untuk mendapatkan informasi yang valid,” pungkasnya. Sebelumnya, dilaporkan sekitar 38 warga mengalami luka-luka akibat gempa utama M 6,7 yang mengguncang kawasan tersebut sehari sebelumnya.