Sangihe Diguncang Gempa Beruntun: Rentetan Getaran Landa Tahuna Sulawesi Utara Malam Ini
Jumat, 12 Jun 2026 00:04 WIB
Kabarmalam.com — Suasana tenang di penghujung malam di wilayah Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, mendadak berubah menjadi mencekam setelah rentetan aktivitas seismik mengguncang kawasan tersebut secara bertubi-tubi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya rangkaian gempa bumi yang melanda wilayah Tahuna dan sekitarnya pada Kamis malam, 11 Juni 2026.
Berdasarkan pantauan terkini, gempa dengan kekuatan magnitudo (M) 4,0 tercatat terjadi pada pukul 23.26 WIB. Titik koordinat pusat gempa berada di 4,96 Lintang Utara dan 123,38 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut sekitar 150 kilometer arah barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe. Getaran ini dipicu oleh aktivitas di kedalaman yang cukup dangkal, yakni 10 kilometer di bawah permukaan laut.
Maraton Getaran yang Mengusik Keheningan Malam
Fenomena alam yang terjadi malam ini bukanlah getaran tunggal yang lewat begitu saja. Sejak pukul 22.00 WIB, wilayah Kepulauan Sangihe seolah terus digoyang oleh aktivitas tektonik yang cukup intens. Masyarakat merasakan guncangan yang datang silih berganti dalam rentang waktu yang sangat berdekatan.
Sebelum gempa M 4,0 tersebut terjadi, BMKG mencatat rentetan aktivitas seismik sebagai berikut:
- Pukul 23.17 WIB: Gempa berkekuatan M 3,9.
- Pukul 23.09 WIB: Getaran signifikan dengan magnitudo 4,5.
- Pukul 22.43 WIB: Gempa susulan dengan kekuatan M 4,3.
- Pukul 22.26 WIB: Getaran tercatat pada magnitudo 3,9.
- Pukul 22.09 WIB: Gempa pembuka dalam rangkaian ini dengan kekuatan M 3,7.
Peringatan BMKG dan Kondisi Terkini
Hingga laporan ini disusun, belum ada pernyataan resmi mengenai dampak kerusakan infrastruktur maupun jatuhnya korban jiwa akibat rangkaian gempa tersebut. Meski demikian, intensitas getaran yang terjadi berkali-kali membuat warga diimbau untuk tetap waspada namun tidak panik secara berlebihan.
Pihak BMKG menegaskan bahwa informasi yang dirilis saat ini mengutamakan kecepatan penyampaian kepada publik. “Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis otoritas terkait melalui kanal resminya.
Warga di wilayah Sulawesi Utara, khususnya di daerah pesisir Sangihe, diharapkan untuk terus memantau pembaruan informasi dari sumber terpercaya dan memastikan jalur evakuasi di lingkungan masing-masing tetap dalam kondisi aman. Ketidakstabilan data di awal kejadian menuntut masyarakat untuk lebih selektif dalam menerima informasi yang beredar di media sosial.