Ikuti Kami
kabarmalam.com

Misteri Penembakan Semyon Skrepetsky: Seniman Pengkritik Putin Tewas Terkapar di Polandia

Husnul | kabarmalam.com
Rabu, 17 Jun 2026 15:04 WIB
Misteri Penembakan Semyon Skrepetsky: Seniman Pengkritik Putin Tewas Terkapar di Polandia

Kabarmalam.com — Sebuah bayang-bayang kelam menyelimuti kota tenang Biała Podlaska, Polandia. Robert Kuzovkov, sosok di balik nama samaran fenomenal Semyon Skrepetsky, ditemukan tewas setelah dihujani tembakan oleh orang tidak dikenal pada Senin pagi waktu setempat. Seniman yang dikenal karena goresan tangannya yang tajam dalam mengkritik penguasa Rusia ini meregang nyawa di sebuah area parkir yang hanya berjarak 600 meter dari Konsulat Belarusia.

Kejadian yang berlangsung secara dramatis ini memicu penyelidikan mendalam oleh otoritas setempat. Menurut keterangan dari jaksa Polandia, Kuzovkov yang berusia 44 tahun itu ditembak sebanyak lima kali, mengenai bagian vital seperti kepala, dada, dan punggung. Jaksa Marcin Kozak, juru bicara kantor kejaksaan distrik Lublin, mengungkapkan bahwa pelaku awalnya melepaskan dua tembakan hingga korban jatuh tersungkur. Tak berhenti di situ, pelaku kemudian mendekat dan melesatkan tiga tembakan tambahan sebelum akhirnya menghilang dalam kegelapan.

Baca Juga  Update Teror Jatinangor: Polisi Temukan Pisau dan 12 Rekaman CCTV dalam Kasus Mahasiswi Unpad Dilindas Motor

Goresan Perlawanan dan Pelarian

Nama Semyon Skrepetsky bukanlah nama asing di dunia seni aktivisme. Ia merupakan seniman karikatur yang kerap menjadikan Presiden Vladimir Putin, pemimpin Belarusia Alexander Lukashenko, hingga pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov sebagai objek satir yang pedas. Keberaniannya menyentil para penguasa tersebut membuatnya harus meninggalkan tanah airnya pada tahun 2021 demi menghindari ancaman jeratan hukum pidana di Rusia.

Polandia kemudian menjadi pelabuhan terakhirnya setelah ia resmi mendapatkan status suaka. Kota Biała Podlaska, sebuah wilayah kecil dengan penduduk kurang dari 60.000 jiwa, sempat dianggap sebagai tempat yang aman baginya sebelum tragedi penembakan berdarah ini terjadi.

Dua Warga Belarusia Ditahan

Dalam perkembangan terbaru kasus ini, pihak kepolisian telah mengamankan dua pria berkebangsaan Belarusia berusia 33 dan 37 tahun. Keduanya ditangkap di area yang tidak jauh dari lokasi kejadian, tepatnya di sekitar konsulat Belarusia. Meski keterlibatan langsung mereka masih didalami, penemuan selongsong peluru Geco 9mm Luger di tempat kejadian perkara (TKP) memberikan petunjuk awal yang krusial bagi penyidik.

Baca Juga  Trump Beri Lampu Hijau Pertemuan Zelensky dan Putin, Klaim AS Dorong Kompromi Perdamaian

Hingga saat ini, motif di balik pembunuhan keji ini masih menyisakan tanda tanya besar bagi publik Polandia maupun dunia internasional. Apakah ini merupakan tindakan kriminal biasa, ataukah ada pesan politik yang ingin disampaikan di balik lima butir timah panas yang mengakhiri hidup sang kritikus?

Tentang Penulis
Husnul
Husnul