Waspada Banjir Kiriman! Pos Pantau Depok Masuk Level Siaga 3, Wilayah Jakarta Ini Perlu Bersiap
Kamis, 30 Apr 2026 21:04 WIB
Kabarmalam.com — Intensitas hujan yang cukup tinggi di kawasan hulu sejak sore tadi mulai menunjukkan dampaknya pada aliran sungai utama yang membelah ibu kota. Pos Pantau Kota Depok, Jawa Barat, secara resmi menetapkan status Siaga 3 atau Waspada menyusul lonjakan drastis Tinggi Muka Air (TMA) yang mencapai angka 210 cm pada malam ini.
Peningkatan Debit Air di Tengah Cuaca Mendung
Berdasarkan laporan terkini yang dihimpun tim redaksi melalui data resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, kondisi waspada ini mulai tercatat pada pukul 20.00 WIB. Langit di sekitar lokasi dilaporkan masih diselimuti mendung pekat, yang berpotensi menambah beban volume air jika hujan deras kembali turun dalam waktu dekat.
BPBD DKI Jakarta memberikan peringatan serius bagi warga yang bermukim di sepanjang daerah aliran Sungai Ciliwung. Mengingat air bergerak dari arah selatan, diprediksi lintasan air tersebut akan mencapai wilayah Jakarta dalam kurun waktu sekitar 6 jam ke depan. Koordinasi lintas sektor kini terus diperketat guna memitigasi potensi banjir jakarta yang kerap terjadi saat TMA Depok meningkat.
Daftar Wilayah Jakarta yang Berpotensi Terdampak
Masyarakat diimbau untuk tidak lengah dan segera mengamankan barang-barang berharga. Adapun titik-titik yang diprediksi akan dilintasi oleh kenaikan debit air kiriman ini meliputi wilayah-wilayah berikut:
- Jakarta Selatan: Srengseng Sawah, Lenteng Agung, Tanjung Barat, Pejaten Timur, Rawajati, Pengadegan, Cikoko, Kebon Baru, Bukit Duri, dan Manggarai.
- Jakarta Timur: Kalisari Baru, Cijantung, Gedong, Balekambang, Cililitan, Cawang, Bidara Cina, Kampung Melayu, hingga Kebon Manggis.
Himbauan Darurat dan Antisipasi
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui BPBD terus melakukan pemantauan secara real-time terhadap pergerakan air. Bagi warga yang berada dalam situasi darurat atau membutuhkan bantuan evakuasi, segera hubungi pusat panggilan darurat di nomor 112.
Tetap pantau informasi mengenai cuaca ekstrem melalui saluran resmi agar terhindar dari disinformasi. Kewaspadaan kolektif menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bencana banjir kiriman malam ini.