Bukan Sekadar Cinta, Elizabeth Tunggadewi Suarakan Napas Alam Lewat Album ‘Langkah Kaki Dewi’
Senin, 08 Jun 2026 14:03 WIB
Kabarmalam.com — Di tengah arus utama industri musik yang kerap didominasi oleh balada romansa remaja, seorang talenta muda bernama Elizabeth Tunggadewi muncul dengan warna yang berbeda. Gadis berusia 15 tahun ini memilih untuk tidak larut dalam tren lagu cinta-cintaan, melainkan melabuhkan idealismenya pada isu lingkungan hidup melalui mini album perdananya yang bertajuk Langkah Kaki Dewi.
Keputusan Elizabeth untuk memperkenalkan karyanya di bantaran Sungai Ciliwung, kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, bukanlah tanpa alasan. Lokasi tersebut dipilih secara simbolis untuk mempertegas pesan mendalam yang ia titipkan dalam setiap lirik lagunya. Menurutnya, alam membutuhkan suara dari generasi muda agar tetap lestari di masa depan.
Melawan Arus dengan Isu Lingkungan
Ditemui pada Minggu (7/5/2026), penyanyi yang akrab disapa Dewi ini mengungkapkan kegelisahannya terhadap tren musik saat ini. Ia merasa sudah saatnya pendengar musik, khususnya Gen Z, mulai memperhatikan kondisi Bumi melalui media yang menyenangkan seperti lagu.
“Selain lagu pop pada umumnya, menurut saya sangat penting bagi kita untuk mendengarkan karya yang bertema lingkungan. Saya ingin sekali teman-teman sebaya saya bisa lebih peduli terhadap alam,” tutur Dewi dengan penuh semangat. Ia menambahkan bahwa kesadaran untuk menjaga ekosistem harus dibangun perlahan agar tidak melulu fokus pada urusan asmara, karena pelestarian alam adalah tanggung jawab bersama.
Eksplorasi Pop-Jazz dalam Lima Trek Pilihan
Mini album Langkah Kaki Dewi menyuguhkan lima komposisi apik yang dibalut dengan nuansa musik pop-jazz yang segar. Kelima lagu tersebut adalah Rumah Belajar Ciliwung Ceria, Langkah Kakiku, Cerita Bumi Pertiwi, Yuk Pilah Sampah, dan sebuah lagu penutup berjudul Teman Tapi Baper.
Salah satu lagu andalannya, Langkah Kakiku, menjadi representasi visual dari perjalanan spiritual dan fisik Dewi saat menjelajahi keasrian alam. “Lagu itu bercerita tentang pengalaman pribadi saya saat mengeksplorasi sungai dan hutan, sambil benar-benar meresapi betapa indahnya ciptaan Tuhan,” ungkap pendiri Rumah Belajar Ciliwung Ceria ini.
Berawal dari Wisata Air Hingga Menjadi Aksi Nyata
Kecintaan Dewi pada lingkungan tidak tumbuh dalam semalam. Semuanya bermula dari kegemarannya mengikuti kegiatan wisata air di sungai. Ketertarikan yang awalnya hanya sekadar hobi itu kemudian berkembang menjadi kepedulian yang mendalam. Ia mulai aktif mengeksplorasi berbagai komunitas lingkungan hingga akhirnya mendirikan wadah edukasi sendiri.
Peluncuran album ini juga dirasa sangat tepat karena berdekatan dengan momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Melalui karya musik ini, Dewi berharap langkah kecilnya dapat memicu perubahan besar dalam cara pandang masyarakat terhadap sungai dan lingkungan sekitarnya.
Bagi Anda yang ingin merasakan kesejukan melodi pop-jazz bertema alam, mini album Langkah Kaki Dewi kini sudah tersedia dan dapat dinikmati di berbagai platform musik digital global. Ini adalah bukti nyata bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk menyuarakan hal-hal baik bagi Bumi.