Langkah Bijak Ruben Onsu Hadapi Polemik dengan Sarwendah: Memilih Diam dan Berserah Diri
Senin, 15 Jun 2026 05:33 WIB
Kabarmalam.com — Di balik gemerlap lampu studio dan hiruk-pikuk dunia hiburan, sosok Ruben Onsu kini tengah meniti jalan sunyi. Presenter kondang ini memutuskan untuk tidak lagi terjebak dalam pusaran komentar publik terkait keretakan hubungannya dengan sang mantan istri, Sarwendah.
Situasi belakangan ini memang kian memanas, terutama setelah putra angkat mereka, Betrand Peto, secara terbuka memberikan pembelaan kepada Ruben melalui media sosial. Unggahan tersebut tak pelak memicu gelombang spekulasi baru di kalangan netizen, yang seolah tak henti menguliti setiap detail kehidupan pascaperceraian pasangan yang pernah dijuluki sebagai family goals ini.
Menghindari Tafsir yang Salah
Saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Ruben Onsu menunjukkan kedewasaannya dalam bersikap. Pria berusia 42 tahun ini secara tegas menyatakan bahwa dirinya enggan memberikan ruang bagi polemik baru. Baginya, setiap kata yang terlontar berisiko menjadi senjata yang bisa disalahartikan oleh publik.
“Kalau buat saya, yang saya lakukan sekarang hanya berdoa dan meminta petunjuk-Nya,” ungkap Ruben dengan nada bicara yang tenang. Ia menyadari bahwa di era digital saat ini, pernyataan tulus sekalipun bisa dianggap sebagai pencitraan. “Nanti kalau saya bicara ini-itu, orang malah bilang sok alim atau sok suci. Jadi, lebih baik saya simpan sendiri,” tambahnya.
Kekuatan Doa sebagai Sandaran
Keputusan Ruben untuk membatasi bicara bukan tanpa alasan. Ia mengaku lebih nyaman mencurahkan segala isi hatinya melalui jalur spiritual. Bagi ayah tiga anak ini, momen beribadah adalah waktu paling privat dan jujur untuk menumpahkan segala keluh kesah mengenai perjalanan hidup yang sedang ia lalui.
“Saya merasa jauh lebih tenang ketika bercerita tentang hidup saya hanya pada saat beribadah. Itulah ruang bagi saya untuk menjadi diri sendiri tanpa perlu takut dinilai orang lain,” tutur Ruben yang tetap terlihat tegar di tengah hantaman badai personal.
Membuka Pintu Dialog
Meski memilih untuk diam di hadapan media, bukan berarti Ruben menutup pintu komunikasi. Ia justru menyambut baik niat dari pihak Sarwendah yang mengajak untuk berdiskusi secara kekeluargaan. Langkah ini dianggap sebagai titik terang dalam mencari solusi terbaik demi kebaikan semua pihak, terutama bagi anak-anak mereka.
Namun, padatnya jadwal pekerjaan masing-masing membuat pertemuan tersebut hingga kini belum terlaksana. Publik kini hanya bisa berharap agar polemik keluarga ini segera menemukan titik temu yang damai tanpa harus terus-menerus menjadi konsumsi publik yang gaduh.