Kesaksian Pilu Muzakki Ramdhan: Jadi Korban Kekerasan OTK di Toilet Umum hingga Luka Parah
Senin, 15 Jun 2026 07:33 WIB
Kabarmalam.com — Kejadian traumatis yang sulit dilupakan baru saja menimpa aktor remaja berbakat, Muzakki Ramdhan. Siapa sangka, kunjungan santai ke sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta berubah menjadi mimpi buruk setelah dirinya menjadi korban kekerasan oleh orang tidak dikenal (OTK) di area toilet umum.
Aktor yang dikenal lewat perannya dalam film Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel ini menceritakan pengalaman pahitnya dengan nada yang masih menyiratkan trauma mendalam. Akibat tindakan represif tersebut, Muzakki harus menanggung luka fisik yang cukup serius, termasuk robekan di bagian bibir yang terus mengeluarkan darah.
Awal Mula Insiden yang Tak Terduga
Peristiwa ini bermula saat Muzakki sedang menikmati waktu di salah satu mal di Jakarta. Setelah mencoba sebuah wahana permainan, ia tiba-tiba merasa mual hebat. Dalam kondisi yang mendesak, ia segera berlari mencari toilet terdekat untuk memuntahkan isi perutnya. Keadaan fisik yang sedang tidak stabil membuatnya terburu-buru saat memasuki bilik toilet.
“Karena merasa sangat mual dan buru-buru, aku tidak sengaja menutup pintu toilet dengan sedikit kencang. Setelah muntah, aku langsung keluar,” ungkap Muzakki saat membagikan kronologi melalui unggahan pribadinya pada Senin (15/6/2026). Ia menduga bahwa suara dentuman pintu tersebut menjadi pemicu kemarahan seseorang di bilik sebelah.
Konfrontasi di Lorong Toilet
Begitu melangkah keluar dari bilik, Muzakki dikejutkan oleh kehadiran seorang pria dewasa berperawakan besar yang sudah menunggunya. Pria tersebut rupanya adalah pengguna toilet di bilik sebelah yang merasa terganggu dengan suara pintu yang ditutup Muzakki. Tanpa basa-basi, pria tersebut langsung melancarkan intimidasi terhadap sang aktor remaja tersebut.
“Dia mengikuti aku keluar dan langsung marah-marah dengan nada tinggi. Dia menuduhku nendang-nendang pintu toilet. Aku sudah jelaskan kalau aku tidak melakukan itu, tapi dia tidak mau dengar,” tutur remaja asal Aceh ini. Meskipun Muzakki sudah berusaha bersikap sopan dan meminta maaf berkali-kali atas ketidaksengajaannya, kemarahan pria tersebut justru semakin memuncak.
Tindakan Kekerasan yang Brutal
Ketegangan di lorong toilet itu berakhir dengan tindakan fisik. Muzakki mengaku wajahnya didorong dengan sangat keras menggunakan telapak tangan terbuka oleh pria tersebut. Dorongan yang kuat itu membuat tubuh ringkihnya terpental hingga bagian belakang kepalanya menghantam dinding dengan keras.
“Bibirku langsung berdarah dan aku benar-benar shock. Tubuhku rasanya kaku, tidak bisa bergerak karena ketakutan yang luar biasa,” kenang Muzakki dengan pilu. Dalam kondisi yang penuh intimidasi, ia bahkan sempat berlutut sambil terus memohon maaf, namun hal itu tidak meredakan amarah sang pelaku kekerasan fisik tersebut.
Kondisi Terkini Muzakki Ramdhan
Saat dihubungi secara terpisah melalui sambungan telepon, Muzakki merinci luka-luka yang ia alami akibat insiden malang tersebut. Dampak dari benturan dan dorongan keras itu meninggalkan bekas nyata pada fisiknya yang kini memerlukan perawatan.
“Ada luka robek sekitar 2 cm di bibir kiri bagian atas, dan ada benjolan cukup besar di kepala bagian belakang karena terbentur dinding toilet kemarin,” pungkasnya. Kejadian ini menjadi pengingat pahit bagi publik mengenai kerentanan aksi penganiayaan di mal yang bisa menimpa siapa saja, bahkan di tempat keramaian sekalipun.