Ikuti Kami
kabarmalam.com

Evaluasi Operasi Ketupat 2026: Kepuasan Publik Tembus 94 Persen di Tengah Penurunan Angka Kecelakaan

Husnul | kabarmalam.com
Sabtu, 04 Apr 2026 22:47 WIB
Evaluasi Operasi Ketupat 2026: Kepuasan Publik Tembus 94 Persen di Tengah Penurunan Angka Kecelakaan

Kabarmalam.com — Manajemen pengamanan arus mudik dan balik Lebaran melalui gelaran Operasi Ketupat 2026 mencatatkan rapor yang sangat positif. Berdasarkan hasil riset akademik yang dilakukan secara komprehensif, pelaksanaan operasi tahun ini dinilai sukses memberikan rasa aman dengan tingkat kepuasan masyarakat yang mencapai angka fantastis, yakni 94 persen.

Guru Besar Tetap STIK Lemdiklat Polri, Prof. Albertus Wahyurudhanto, mengungkapkan bahwa penilaian ini didasarkan pada metode triangulasi yang menggabungkan tiga sumber data utama. Riset tersebut melibatkan survei persepsi terhadap 3.200 responden di 8 wilayah Polda, data operasional pergerakan kendaraan, hingga analisis mendalam dari para ahli melalui metode Delphi.

Transformasi Digital dan Strategi Berbasis Data

Salah satu poin krusial yang menjadi pembeda pada Operasi Ketupat tahun ini adalah implementasi teknologi yang lebih matang. Prof. Albertus menyoroti peralihan strategi dari sekadar pelayanan manual menuju predictive traffic policing yang berbasis data real-time.

“Kepolisian kini mulai beralih ke strategi yang lebih prediktif. Sistem pemantauan yang bersifat real-time memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat di lapangan,” jelas Prof. Albertus saat melakukan audiensi evaluasi bersama Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho.

Baca Juga  Sinergi Kemanusiaan, Kakorlantas Polri Rangkul Komunitas Ojol Nusantara Jadi Garda Terdepan Keselamatan

Strategi ini bukan hanya soal teknis, tetapi juga berhasil mengedukasi masyarakat bahwa rekayasa lalu lintas seperti one way atau contraflow adalah sebuah kebutuhan publik demi keselamatan bersama, bukan sekadar kebijakan yang dipaksakan petugas.

Catatan Evaluasi dan Angka Kecelakaan yang Menurun

Meski menuai pujian, riset tersebut tetap memberikan catatan kritis untuk perbaikan di masa depan. Prof. Albertus mengingatkan agar konsentrasi petugas tidak hanya menumpuk di jalur darat utama, tetapi juga lebih memperhatikan simpul transportasi lain seperti pelabuhan dan area peristirahat (rest area) yang sering kali menjadi titik penumpukan massa.

Di sisi lain, pengamat kebijakan publik Tulus Abadi memberikan apresiasi tinggi terhadap penurunan angka kecelakaan lalu lintas yang mencapai 30 persen selama periode Lebaran 2026. Menurutnya, instrumen kebijakan yang dikeluarkan Korlantas Polri sangat efektif dalam mengonstruksi perjalanan yang selamat.

Baca Juga  Kasus Pemukulan Bro Ron Berakhir Damai, Waketum PSI: Ini Murni Miskomunikasi

“Hasil survei menunjukkan 94 persen masyarakat merasa puas. Ini adalah pencapaian yang harus dijaga. Keberhasilan menekan angka kecelakaan hingga 30 persen menunjukkan bahwa kebijakan yang diambil sudah tepat sasaran,” ungkap Tulus.

Menuju Kebijakan Permanen

Tulus juga menyarankan agar efektivitas sistem satu arah atau one way yang sangat membantu kelancaran arus mudik dapat dipertimbangkan menjadi kebijakan permanen dengan peningkatan fasilitas pendukung, seperti perambuan yang lebih jelas di jalur tol.

Dengan sinergi antara teknologi, pengawasan ketat, dan kesadaran masyarakat yang meningkat, Operasi Ketupat 2026 diharapkan menjadi standar baru dalam manajemen transportasi massal di Indonesia, memastikan setiap pemudik dapat sampai di kampung halaman dengan selamat dan penuh kebahagiaan.

Baca Juga  Ketegangan Diplomatik Memuncak, Pentagon Putuskan Tarik 5.000 Tentara dari Jerman
Tentang Penulis
Husnul
Husnul