Sinergi Kemanusiaan, Kakorlantas Polri Rangkul Komunitas Ojol Nusantara Jadi Garda Terdepan Keselamatan
Rabu, 22 Apr 2026 17:35 WIB
Kabarmalam.com — Suasana hangat menyelimuti pertemuan antara jajaran petinggi kepolisian dengan para pejuang aspal. Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, secara khusus menggelar silaturahmi bersama perwakilan komunitas driver ojek online (ojol) dari berbagai penjuru Nusantara dalam inisiatif bertajuk ‘Polantas Menyapa dan Melayani’.
Pertemuan yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (22/4/2026) ini bukan sekadar seremoni biasa. Di sela-sela agenda Rakor Pembina Samsat Tingkat Nasional, Irjen Agus mengajak para driver ojol untuk naik kelas, bukan hanya sebagai pengantar penumpang, melainkan sebagai pelopor utama keselamatan berlalu lintas di tanah air.
Dialog Terbuka: Mendengar Suara dari Jalanan
Forum ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penggerak komunitas ojol, mulai dari Iyan (Jawa Barat), Nugi (Jawa Tengah), Asmuin (Jawa Timur), Agus Adi (Bali), hingga perwakilan dari Sumatera Selatan dan Sumatera Utara. Dalam kesempatan tersebut, Irjen Agus menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan amanat langsung dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai bentuk apresiasi terhadap peran vital driver online.
“Ini adalah bagian dari tugas kami sekaligus atensi khusus dari Bapak Kapolri. Beliau menitipkan salam hormat untuk rekan-rekan semua. Kami berharap Anda semua bisa menjadi pionir dalam menjaga keselamatan di jalan,” ujar Irjen Agus dengan nada penuh keakraban.
Ia menekankan bahwa fokus utama Korlantas ke depan adalah menekan angka kecelakaan dan mengurangi fatalitas korban jiwa. Mengingat driver ojek online memiliki intensitas tinggi di jalan raya, peran mereka dalam memberikan edukasi dan contoh nyata bagi pengguna jalan lainnya dianggap sangat strategis.
Ojol Sebagai ‘First Responder’ di Lapangan
Sinergi ini turut mendapat dukungan penuh dari Jasa Raharja. Direktur Utama PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, yang hadir dalam acara tersebut, melihat komunitas ojol memiliki potensi besar sebagai first responder atau pihak pertama yang merespons saat terjadi insiden di jalanan.
“Kami mendorong rekan-rekan driver ini untuk membekali diri dengan kemampuan penanggulangan darurat sederhana. Jadi, ketika ada kecelakaan, mereka bisa melakukan tindakan awal yang tepat sebelum bantuan medis tiba,” jelas Awaluddin. Jasa Raharja bahkan telah menyiapkan dukungan berupa pelatihan dan pemanfaatan aplikasi digital untuk mempercepat pelaporan kejadian.
Mewujudkan Ekosistem Keselamatan Transportasi
Irjen Agus Suryonugroho juga menginstruksikan para Dirlantas di tingkat daerah untuk terus berkolaborasi dengan komunitas ojol. Ia menyadari bahwa tantangan di lapangan sangat kompleks, namun komunikasi yang intens diharapkan mampu memunculkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi para driver.
“Saya bermimpi akan terbentuk sebuah wadah Ojol Nusantara yang murni bergerak demi keamanan, keselamatan, dan ketertiban lalu lintas, tanpa ada unsur politik. Kita ingin membangun ekosistem keselamatan nasional yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat,” tegas Kakorlantas Polri tersebut.
Menanggapi ajakan tersebut, Ketua Ojol Jawa Tengah, Nugi, menyatakan apresiasinya. Ia mengakui bahwa ruang dialog seperti ini sangat membantu para pengemudi dalam menyuarakan aspirasi mereka langsung kepada pemangku kebijakan. Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga kerukunan dan ketertiban di jalan raya, demi menekan risiko kecelakaan yang merugikan semua pihak.