Ikuti Kami
kabarmalam.com

Bongkar Sindikat Penyelundupan Ribuan Kendaraan ke Timor Leste, Polda Jateng Ungkap Modus Hasil Kejahatan

Husnul | kabarmalam.com
Kamis, 23 Apr 2026 17:34 WIB
Bongkar Sindikat Penyelundupan Ribuan Kendaraan ke Timor Leste, Polda Jateng Ungkap Modus Hasil Kejahatan

Kabarmalam.com — Praktik gelap perdagangan kendaraan lintas negara kembali menemui jalan buntu setelah jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Jawa Tengah berhasil mengendus operasi penyelundupan kendaraan besar-besaran dari Klaten menuju Timor Leste. Tidak tanggung-tanggung, ribuan unit kendaraan bermotor yang sedianya akan dikirim ke luar negeri tersebut diduga kuat berasal dari jaringan kriminal yang terorganisir.

Berdasarkan investigasi mendalam, pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa kendaraan-kendaraan tersebut dikumpulkan dari berbagai titik di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Direktur Reskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Djoko Julianto, mengungkapkan bahwa operasi ini merupakan salah satu pengungkapan kasus penyelundupan lintas batas yang cukup signifikan di tahun ini.

Modus Operandi: Dari Curanmor hingga Kredit Macet

Bukan sekadar bisnis ilegal biasa, kendaraan yang menjadi objek penyelundupan ini memiliki rekam jejak yang kelam. Kombes Pol Djoko Julianto menjelaskan bahwa unit yang disita terdiri dari sepeda motor, mobil pribadi, hingga truk. Sumber perolehannya pun beragam, mulai dari hasil tindak pidana hingga penipuan fidusia.

  • Hasil Kejahatan Jalanan: Sebagian besar kendaraan diidentifikasi berasal dari aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di berbagai daerah.
  • Masalah Leasing: Pelaku juga memanfaatkan kendaraan yang tersangkut masalah kredit macet dari pihak leasing, yang kemudian dijual secara ilegal tanpa sepengetahuan perusahaan pembiayaan.
Baca Juga  3 Fakta Miris Penangkapan Driver Taksi Online Pelaku Pelecehan di Jakarta: Positif Sabu dan Bawa Kontrasepsi

“Asal beberapa kendaraan yang didapatkan pelaku, yaitu dari kredit macet leasing, sementara yang lain masih kami identifikasi lebih lanjut melalui pencocokan data pelaku curanmor yang ada,” tegas Djoko dalam keterangannya kepada media.

Upaya Penghilangan Jejak dan Identitas

Untuk melancarkan aksinya dan menghindari kecurigaan petugas maupun pemilik aslinya, para pelaku melakukan serangkaian modifikasi fisik pada kendaraan-kendaraan tersebut. Strategi ini dilakukan agar kendaraan tampak seperti barang bekas yang sah atau sekadar bagian-bagian mesin terpisah.

Polda Jateng menemukan fakta bahwa kendaraan tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen resmi yang valid, atau hanya bermodalkan STNK tanpa BPKB. “Kendaraannya tidak ada dokumen resmi, mayoritas STNK only. Ada yang komponennya dicopoti, warnanya diganti total, sehingga pemilik aslinya pun akan sulit mengenali fisik kendaraannya kembali,” tambah Djoko.

Baca Juga  Mengenang Dedikasi Bripka Anumerta Fajar Permana, Sosok Pahlawan di Balik Kelancaran Operasi Ketupat 2026

Pengembangan Kasus dan Perburuan Tersangka Lain

Hingga saat ini, tim penyidik dari Dit Reskrimsus Polda Jateng masih terus melakukan pendalaman guna memetakan seluruh jaringan yang terlibat. Mengingat cakupan operasinya yang luas, polisi tidak menampik kemungkinan adanya tersangka baru yang berperan sebagai penadah besar maupun koordinator pengiriman di pelabuhan.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat untuk lebih waspada dalam menjaga kendaraan pribadi serta tidak tergiur dengan praktik jual beli kendaraan “bodong” yang kerap menjadi bagian dari rantai kejahatan penyelundupan ke Timor Leste ini. Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus mengejar aktor intelektual di balik sindikat ini demi memutus rantai kriminalitas lintas provinsi tersebut.

Baca Juga  Trump Tarik Mundur Utusan dari Pakistan: Diplomasi dengan Iran Masih Menemui Jalan Buntu
Tentang Penulis
Husnul
Husnul