Ikuti Kami
kabarmalam.com

Kritik Tajam Hendropriyono untuk Amien Rais: Ajak Tokoh Senior Jaga Adab dalam Berbahasa

Husnul | kabarmalam.com
Selasa, 05 Mei 2026 21:36 WIB
Kritik Tajam Hendropriyono untuk Amien Rais: Ajak Tokoh Senior Jaga Adab dalam Berbahasa

Kabarmalam.com — Gelombang polemik yang menyeret nama Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya, akhirnya memancing reaksi keras dari tokoh senior intelijen, Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono. Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) tersebut secara terbuka melayangkan teguran halus namun menohok kepada sesama tokoh bangsa, khususnya terkait pernyataan kontroversial yang sempat dilontarkan oleh Amien Rais.

Dalam sebuah rekaman video yang beredar luas, Hendropriyono menekankan bahwa para figur senior memiliki beban moral yang besar untuk menjadi teladan bagi generasi muda. Menurutnya, ruang publik seharusnya diisi dengan sikap dan tutur kata yang beradab, bukan justru menjadi ajang diskreditasi individu yang sedang menjalankan tugas negara.

Etika Negarawan dan Profesionalisme Prajurit

Hendropriyono menyoroti bahwa posisi Letkol Teddy bukanlah figur politik yang bebas untuk bermanuver atau membela diri di panggung opini. Oleh karena itu, ia meminta agar penilaian terhadap perwira aktif tersebut dilakukan secara proporsional dan profesional, jauh dari sentimen emosional.

Baca Juga  Sinergi Buruh dan Keamanan Nasional: Pesan Mendalam Kapolri Sigit di Halal Bihalal KSPSI

“Kualitas seorang negarawan itu tidak diukur dari seberapa keras ia berteriak atau seberapa tajam kata-katanya. Justru, martabat seseorang terlihat dari kemampuannya menjaga kehormatan orang lain, sekalipun mereka berada di seberang perbedaan pandangan,” tegas Hendropriyono dengan nada reflektif.

Ia juga mengingatkan bahwa bangsa Indonesia dikenal dunia karena nilai-nilai adab dan kesopanannya. Jika fondasi adab ini runtuh, maka kebenaran yang diperjuangkan pun akan kehilangan makna dan hanya menyisakan perpecahan. Hendropriyono khawatir bahwa kritik yang membabi buta bisa bergeser menjadi ketidakadilan atau bahkan pembunuhan karakter terhadap individu yang dianggap sebagai ‘anak bangsa’ sendiri.

Akar Masalah: Video Viral dan Pembelaan Amien Rais

Kontroversi ini bermula dari unggahan video di kanal YouTube pribadi Amien Rais yang menyentil kedekatan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Letkol Teddy Indra Wijaya. Meski video tersebut kini sudah tidak dapat diakses oleh publik, dampaknya telah memicu perdebatan panas di media sosial.

Baca Juga  Geger Video 'Skandal Moral' Amien Rais: Komdigi Sebut Pembunuhan Karakter, Partai Ummat Sebut 'Offside'

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, sebelumnya bahkan sempat melabeli isi video tersebut sebagai bentuk fitnah dan upaya pembunuhan karakter. Namun, Amien Rais tetap teguh pada pendiriannya. Saat ditemui dalam acara Munas Partai Ummat di Sleman baru-baru ini, ia menegaskan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi yang menjamin kebebasan berpendapat.

  • Amien Rais berargumen bahwa demokrasi hanya akan sehat jika kritik terhadap penguasa tidak dibungkam.
  • Ia meyakini bahwa perbedaan pendapat mengenai nasib bangsa adalah hal yang lumrah dan dilindungi oleh Undang-Undang Dasar.
  • Namun, bagi Hendropriyono, kebebasan tersebut tetap harus berpijak pada asas kekeluargaan dan moralitas bangsa.

Perselisihan pandangan antara dua tokoh senior ini menjadi pengingat penting bagi publik mengenai tipisnya batasan antara kritik konstruktif dalam demokrasi dan perlindungan terhadap integritas pribadi seseorang dalam menjalankan fungsi jabatannya.

Baca Juga  Frustrasi Birokrasi Berujung Horor: Pria di India Nekat Bawa Kerangka Sang Adik ke Bank
Tentang Penulis
Husnul
Husnul