Ikuti Kami
kabarmalam.com

Frustrasi Birokrasi Berujung Horor: Pria di India Nekat Bawa Kerangka Sang Adik ke Bank

Husnul | kabarmalam.com
Rabu, 29 Apr 2026 23:04 WIB
Frustrasi Birokrasi Berujung Horor: Pria di India Nekat Bawa Kerangka Sang Adik ke Bank

Kabarmalam.com — Sebuah pemandangan ganjil sekaligus menyayat hati menggemparkan warga di negara bagian Odisha, India Timur. Seorang pria paruh baya bernama Jitu Munda (52), terpaksa melakukan tindakan ekstrem dengan membawa sisa kerangka mendiang adik perempuannya ke sebuah kantor cabang bank demi mencairkan simpanan tabungan.

Aksi nekat yang terekam dalam video dan viral di media sosial ini seketika memicu gelombang kemarahan publik. Dalam rekaman tersebut, Munda terlihat memikul beban yang tak lazim di hadapan para staf bank di Distrik Keonjhar. Langkah ini diambilnya bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk keputusasaan mendalam akibat rumitnya prosedur administrasi yang ia hadapi selama berbulan-bulan.

Tembok Tebal Birokrasi dan Kesedihan yang Digali Kembali

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Jitu Munda telah berulang kali mencoba menarik dana dari rekening adiknya yang telah wafat untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun, setiap upayanya selalu membentur tembok birokrasi. Pihak bank bersikeras meminta sertifikat kematian resmi sebagai syarat mutlak pencairan dana—dokumen yang sayangnya tidak dimiliki oleh Munda.

Baca Juga  Viral! Patung Liberty Dikabarkan Roboh Diterjang Badai, Cek Fakta Sebenarnya di Sini

Merasa tidak punya pilihan lain dan terjebak dalam rasa frustrasi yang memuncak, Munda nekat menggali kembali makam sang adik. Ia membawa tulang-belulang tersebut ke bank sebagai bukti fisik yang tak terbantahkan bahwa sang adik memang telah tiada. Kisah tragis ini menjadi potret buram bagaimana sulitnya akses layanan perbankan bagi masyarakat di wilayah terpencil yang minim literasi dokumen.

Pembelaan Pihak Bank dan Respons Keras Pemerintah

Di sisi lain, pihak bank segera memberikan klarifikasi dan membantah telah menginstruksikan nasabah untuk membawa bukti fisik berupa jenazah. Mereka menyatakan hanya meminta dokumen yang sah sesuai dengan regulasi hukum yang berlaku di India. Insiden memilukan ini, menurut perwakilan bank, kemungkinan besar dipicu oleh kurangnya pemahaman masyarakat mengenai tata cara klaim ahli waris yang sah.

Baca Juga  Dilema Tarif Transjakarta: Akankah Harga Tiket Rp 3.500 Segera Berakhir Setelah 21 Tahun?

Meskipun akhirnya saldo tabungan tersebut telah diserahkan kepada pihak keluarga yang berhak, pemerintah daerah tidak tinggal diam. Menteri Pendapatan Odisha, Suresh Pujari, menegaskan bahwa investigasi menyeluruh tengah dilakukan untuk mengusut tuntas kasus viral ini. “Kami akan mengambil tindakan tegas terhadap manajer cabang jika terbukti ada kelalaian atau perlakuan yang tidak manusiawi dalam melayani masyarakat,” tegas Pujari.

Otoritas Distrik Keonjhar juga menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini. Mereka menekankan bahwa perlindungan terhadap martabat dan hak masyarakat kecil harus tetap menjadi prioritas utama di atas kerumitan teknis perbankan. Tragedi ini kini menjadi pengingat keras bagi institusi publik untuk lebih mengedepankan sisi humanis dalam menjalankan fungsinya.

Baca Juga  Aksi Sarkas Zhazha: Presenter E-Sports yang 'Menghitamkan' Diri Usai Dikritik Terlalu Seksi
Tentang Penulis
Husnul
Husnul