Ikuti Kami
kabarmalam.com

Abai Risiko Penularan, Viral Wanita di Jakarta Nekat Nonton Konser Meski Sedang Terjangkit Campak

Wahid | kabarmalam.com
Rabu, 03 Jun 2026 14:34 WIB
Abai Risiko Penularan, Viral Wanita di Jakarta Nekat Nonton Konser Meski Sedang Terjangkit Campak

Kabarmalam.com — Jagat maya baru-baru ini dihebohkan oleh aksi nekat seorang wanita di Jakarta yang memaksakan diri menghadiri sebuah konser musik meski dalam kondisi terinfeksi penyakit campak. Melalui sebuah unggahan di platform media sosial Threads yang kini telah dihapus, wanita tersebut secara terang-terangan mengakui bahwa dirinya tengah mengalami ruam kemerahan sejak tiga hari sebelum acara berlangsung.

Dalam narasi unggahannya, ia bahkan sempat menuliskan kalimat yang memicu kemarahan publik: kondisinya sedang dalam fase ‘menular banget’. Meski menyadari potensi bahaya bagi orang lain, ia tetap memilih berada di tengah kerumunan massa yang padat tanpa protokol kesehatan yang memadai. Pantauan tim redaksi, meski unggahan asli telah raib, jejak digital berupa tangkapan layar telah tersebar luas dan memicu gelombang kritik dari netizen.

Baca Juga  Rahasia di Balik Performa 'Monster' Casemiro: Mengapa Otot Inti Jadi Kunci Kebugarannya di Manchester United?

Reaksi Keras Warganet dan Kekhawatiran Publik

Banyak pengguna media sosial menyayangkan sikap ceroboh tersebut. Netizen menyoroti betapa berbahayanya paparan virus ini, terutama bagi kelompok rentan. “Mana ada campak tiga hari langsung sembuh? Apalagi tidak pakai masker dan ikut bernyanyi bersama, bayangkan berapa banyak droplet yang tersebar di udara,” tulis salah satu netizen dengan nada geram.

Kekhawatiran juga muncul terkait keberadaan ibu hamil di lokasi konser. Sebagaimana diketahui, paparan gejala campak pada wanita hamil dapat berisiko fatal bagi janin. “Padahal dia tahu itu menular, tapi tetap nekat. Semoga tidak ada ibu hamil atau anak kecil yang berdekatan dengan dia saat itu,” komentar warga net lainnya.

Penjelasan Ahli: Puncak Masa Penularan

Menanggapi fenomena yang mengkhawatirkan ini, Ketua Satgas Vaksinasi PAPDI (Persatuan Ahli Penyakit Dalam Indonesia), Dr. dr. Sukamto Koesnoe, SpPD K-A.I FINASIM, memberikan penjelasan medis yang tegas. Menurutnya, tindakan menonton konser dalam kondisi tersebut sangat tidak bertanggung jawab karena masa penularan campak justru berada di titik puncak saat ruam muncul.

Baca Juga  Revolusi Terapi CAR T-Cell: Secercah Harapan Baru Bagi Pasien Kanker Darah di Indonesia

“Seseorang yang terinfeksi campak sangat mungkin menularkan virusnya dalam rentang waktu empat hari sebelum hingga empat hari sesudah ruam muncul,” jelas dr. Sukamto. Ia menekankan bahwa jika ruam baru keluar tiga hari sebelum konser, maka pada hari pelaksanaan acara, pasien tersebut justru sedang berada dalam fase paling infeksius.

Risiko Tinggi di Ruangan Tertutup

Lebih lanjut, dr. Sukamto menjelaskan bahwa virus campak tidak membutuhkan kontak fisik langsung untuk berpindah inang. Virus ini menyebar melalui percikan (droplet) dan aerosol pernapasan saat seseorang batuk, bersin, atau bahkan sekadar berbicara di ruang publik.

Konser yang umumnya diadakan di ruangan tertutup dengan ventilasi terbatas dan ribuan orang yang berdesakan menjadi tempat yang ideal bagi penyebaran virus. “Campak adalah salah satu penyakit paling menular yang kita kenal. Satu orang yang sakit bisa menulari 12 hingga 18 orang lainnya yang belum memiliki kekebalan,” tambahnya.

Baca Juga  Misteri Mules Saat Race Day: Mengenal Runner’s Trot yang Sering Menghantui Pelari

Yang lebih mengerikan, virus ini mampu bertahan dan melayang di udara hingga dua jam setelah penderitanya meninggalkan ruangan. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memiliki kesadaran diri dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat demi menjaga keselamatan bersama.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid