Prabowo Rombak Pimpinan Badan Gizi Nasional: Kualitas Makanan dan Kedisiplinan Jadi Alasan Utama
Rabu, 03 Jun 2026 06:34 WIB
Kabarmalam.com — Langkah tegas diambil oleh Presiden Prabowo Subianto dalam memastikan keberlangsungan program prioritas nasional. Setelah melalui proses evaluasi yang cukup panjang, Presiden resmi melakukan perombakan besar-besaran di kursi kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan ini diambil sebagai respons atas berbagai catatan krusial selama pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan selama hampir satu setengah tahun.
Evaluasi 18 Bulan: Kedisiplinan SOP Jadi Catatan Merah
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengungkapkan bahwa keputusan untuk mencopot jajaran pimpinan lama bukan tanpa alasan. Berdasarkan hasil monitoring berkala, ditemukan adanya masalah serius terkait kedisiplinan dalam menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan tata kelola organisasi.
“Ada hal-hal yang berkaitan dengan kedisiplinan dalam menjalankan SOP serta tata kelola program secara keseluruhan,” ujar Prasetyo saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan. Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto sangat memperhatikan detail pelaksanaan di lapangan, terutama pada program yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan masyarakat luas.
Kualitas Makanan yang Tak Bisa Ditawar
Salah satu poin paling krusial yang menjadi sorotan tajam Presiden adalah kualitas makanan yang disalurkan kepada para penerima manfaat. Bagi pemerintah, Makan Bergizi Gratis bukan sekadar program bagi-bagi makanan, melainkan investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Prasetyo menambahkan bahwa kedisiplinan dalam menjaga kualitas makanan yang telah ditetapkan oleh BGN menjadi parameter utama evaluasi. Adanya penyimpangan dari standar nutrisi dan mutu yang seharusnya menjadi alasan kuat bagi Presiden untuk melakukan penyegaran organisasi agar catatan-catatan merah tersebut dapat segera diperbaiki.
Wajah Baru di Pucuk Pimpinan BGN
Dalam keputusan terbaru ini, Presiden memberhentikan Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala BGN. Tak hanya Dadan, dua Wakil Kepala BGN, yakni Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, juga turut dilepas dari jabatannya.
Sebagai gantinya, tongkat estafet kepemimpinan kini diserahkan kepada Nanik Sudaryanti Deyang yang resmi menjabat sebagai Kepala BGN yang baru. Untuk memperkuat barisan operasional, posisi wakil kepala kini diamanahkan kepada Agustina Arumsari dan Trenggono. Pergantian ini diharapkan membawa angin segar serta profesionalisme baru dalam mengawal ketatnya standar mutu makanan dan transparansi tata kelola di tubuh Badan Gizi Nasional.
Langkah berani ini mengirimkan pesan kuat bahwa pemerintahan saat ini tidak akan mentoleransi kelalaian dalam pelaksanaan program strategis, terutama yang berkaitan dengan pemenuhan gizi generasi bangsa. Dengan kepemimpinan baru, publik menaruh harapan besar agar kualitas pelayanan program MBG semakin meningkat dan tepat sasaran.