Ikuti Kami
kabarmalam.com

Rahasia di Balik Golongan Darah dan Risiko Kolesterol: Benarkah Pemilik Tipe A, B, dan AB Harus Lebih Waspada?

Wahid | kabarmalam.com
Rabu, 03 Jun 2026 07:34 WIB
Rahasia di Balik Golongan Darah dan Risiko Kolesterol: Benarkah Pemilik Tipe A, B, dan AB Harus Lebih Waspada?

Kabarmalam.com — Selama bertahun-tahun, gorengan dan gaya hidup pasif sering kali menjadi kambing hitam utama di balik melonjaknya angka kolesterol seseorang. Namun, belakangan muncul diskusi menarik di kalangan medis mengenai pengaruh golongan darah terhadap kerentanan seseorang terhadap kolesterol tinggi. Apakah benar karakter biologis ini bisa memprediksi kesehatan jantung kita di masa depan?

Narasi ini bukan tanpa dasar. Sebuah studi yang dirilis pada tahun 2012 dalam jurnal Arteriosclerosis, Thrombosis, and Vascular Biology sempat mengguncang dunia kesehatan. Para peneliti saat itu melakukan analisis mendalam terhadap data perkembangan penyakit jantung koroner pada ribuan partisipan. Hasilnya cukup mengejutkan: individu dengan golongan darah A, B, dan AB disinyalir memiliki probabilitas lebih tinggi mengalami gangguan kardiovaskular dibandingkan mereka yang bergolongan darah O.

Bedah Medis: Bukan Sekadar Faktor Keturunan

Lantas, apakah pemilik golongan darah selain O harus mulai merasa khawatir? Dr. Raj Dasgupta, Kepala Penasihat Medis untuk Fortune Recommends, memberikan perspektif yang lebih proporsional. Meskipun studi lawas menunjukkan korelasi, ia menegaskan bahwa mekanisme pasti yang menghubungkan kolesterol tinggi dengan tipe darah tertentu masih menjadi teka-teki medis yang belum terpecahkan secara absolut.

Baca Juga  Raffi Ahmad Resmi Jadi Duta Kehormatan Pertama BPJS Kesehatan, Misi Besar Ajak Gen Z Sadar Investasi Sehat

“Kadar kolesterol seseorang tidak ditentukan secara mentah-mentah oleh golongan darahnya. Kondisi ini merupakan hasil dari kombinasi kompleks antara genetika, pola makan, dan gaya hidup yang dijalani sehari-hari,” ungkap Dr. Dasgupta sebagaimana dikutip dari Health Digest. Ia menekankan bahwa fokus utama seharusnya tetap pada pengendalian kolesterol jahat (LDL) yang berisiko menyumbat arteri dan mengancam kesehatan jantung.

Langkah Nyata Menjaga Kolesterol Tetap Stabil

Terlepas dari apa pun label yang tertera pada kartu golongan darah Anda, menjaga profil lipid tetap sehat adalah kewajiban. Dr. Dasgupta membagikan lima pilar utama yang bisa Anda terapkan mulai hari ini:

1. Jadikan Serat Sebagai Sahabat Karib

Jangan remehkan kekuatan serat. Mengonsumsi makanan seperti oat, kacang-kacangan, dan buah-buahan bukan sekadar tren diet, melainkan cara efektif menghalangi tubuh menyerap zat LDL yang berbahaya. Buah-buahan sederhana seperti apel, pisang, dan pir, hingga sayuran seperti brokoli, adalah senjata ampuh untuk menjaga keseimbangan tubuh. Namun ingat, tambahkan asupan serat secara bertahap agar sistem pencernaan tidak kaget.

Baca Juga  Waspada 'Balas Dendam' Makan Daging Kurban, Simak Tips Dokter Agar Tetap Sehat di Hari Raya

2. Strategi Memilih Lemak Sehat

Kolesterol tidak berarti Anda harus memusuhi semua jenis lemak. Kuncinya adalah substitusi cerdas. Gantilah lemak jenuh yang biasa ditemukan dalam daging merah atau mentega dengan lemak sehat yang bersumber dari minyak zaitun, kacang-kacangan, atau buah alpukat yang kaya nutrisi.

3. Gerak Aktif Sebagai ‘Obat’ Alami

Olahraga rutin, meski hanya jalan cepat selama 30 menit beberapa kali dalam seminggu, terbukti mampu mendongkrak kadar kolesterol baik (HDL). Menariknya, jurnal Hypertension pada tahun 2021 bahkan menyarankan agar aktivitas fisik dijadikan intervensi medis pertama bagi pasien dengan risiko kolesterol ringan hingga sedang.

4. Waspadai Gula dan Karbohidrat Olahan

Banyak yang tidak menyadari bahwa camilan manis dan roti putih memiliki andil besar dalam merusak profil kolesterol. Menggantinya dengan biji-bijian utuh (whole grains) dan membatasi konsumsi gula harian sesuai rekomendasi American Heart Association adalah langkah preventif yang sangat krusial.

Baca Juga  Rexona Whole Body Battleground: Adu Nyali Selebriti Lawan Bau Badan di Arena Ekstrem

5. Putus Rantai Kebiasaan Merokok

Merokok adalah musuh utama pembuluh darah. Kebiasaan ini secara langsung menurunkan kadar HDL dan memicu kerusakan dinding arteri, yang mempercepat terjadinya penyumbatan. Menghentikan kebiasaan ini akan memberikan perubahan signifikan pada sistem peredaran darah Anda dalam waktu singkat.

Pada akhirnya, gaya hidup sehat adalah determinan utama kesehatan Anda. Golongan darah mungkin memberikan sedikit gambaran risiko, namun kendali sepenuhnya tetap berada di tangan Anda melalui kebiasaan sehat yang konsisten.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid