Peabo Bryson Tutup Usia: Mengenang Sang Maestro di Balik ‘Beauty and the Beast’ dan Perjuangannya Melawan Stroke
Rabu, 03 Jun 2026 12:34 WIB
Kabarmalam.com — Panggung musik dunia kini kehilangan salah satu permata terbaiknya. Peabo Bryson, penyanyi legendaris yang suaranya telah menghiasi memori kolektif kita melalui lagu-lagu cinta abadi, dikabarkan mengembuskan napas terakhirnya pada usia 75 tahun. Kepergian sang maestro meninggalkan duka mendalam bagi jutaan penggemar yang tumbuh besar dengan lantunan suara emasnya.
Detik-Detik Terakhir Sang Legenda
Berdasarkan keterangan resmi dari pihak keluarga, Bryson meninggal dunia dengan tenang pada Selasa, 2 Juni 2026, pukul 17.00 waktu setempat. Di saat-saat terakhirnya, peraih penghargaan Grammy ini didampingi oleh keluarga tercinta serta orang-orang terdekat yang memberikan kasih sayang hingga embusan napas terakhir. Kabar ini mengonfirmasi kekhawatiran publik setelah beberapa hari sebelumnya pihak manajemen menyatakan bahwa Bryson tengah mendapatkan perawatan medis intensif akibat serangan stroke.
Peabo Bryson bukan sekadar penyanyi; ia adalah ikon. Selama lebih dari lima dekade berkarier, namanya melambung lewat duet ikonik dalam film-film Disney, seperti ‘Beauty and the Beast’ bersama Celine Dion dan ‘A Whole New World’ bersama Regina Belle. Tak hanya itu, ia juga merajai tangga lagu R&B melalui karya-karya solo fenomenal seperti ‘Feel the Fire’, ‘Can You Stop the Rain’, hingga balada romantis ‘If Ever You’re in My Arms Again’.
Riwayat Kesehatan dan Perjuangan Melawan Penyakit
Sebelum perjuangannya melawan stroke di tahun 2026 ini, penyanyi legendaris ini sempat menunjukkan ketangguhannya saat berhasil pulih dari serangan jantung hebat pada tahun 2019 silam. Namun, kondisi stroke kali ini membawa tantangan yang jauh lebih berat bagi fisiknya yang mulai renta.
Melansir informasi medis dari Mayo Clinic, stroke merupakan kondisi kegawatdaruratan yang terjadi saat aliran oksigen ke otak terputus, baik karena sumbatan maupun pecahnya pembuluh darah. Pada pasien lanjut usia, dampak yang ditimbulkan sering kali bersifat sistemik dan memicu berbagai komplikasi serius. Kepergian Bryson menjadi pengingat nyata betapa krusialnya penanganan cepat dalam menghadapi gejala awal gangguan saraf ini.
Komplikasi Stroke yang Perlu Diwaspadai
Dunia medis mencatat bahwa stroke tidak hanya menyerang satu titik, tetapi dapat melumpuhkan berbagai fungsi tubuh lainnya. Beberapa komplikasi berat yang sering muncul dan mengancam nyawa antara lain:
- Gangguan Menelan (Disfagia): Kondisi ini sangat berisiko memicu pneumonia aspirasi karena makanan atau cairan masuk ke saluran pernapasan.
- Kelumpuhan Motorik: Kelemahan anggota gerak yang sering kali memerlukan fisioterapi jangka panjang.
- Gangguan Kognitif: Penurunan fungsi memori hingga potensi demensia vaskular.
- Infeksi Sekunder: Imobilisasi yang lama di tempat tidur dapat memicu infeksi saluran kemih hingga penggumpalan darah di pembuluh vena dalam.
Mengenali Gejala Awal Demi Keselamatan
Untuk mencegah dampak fatal, masyarakat diimbau untuk mengenali gejala stroke sedini mungkin. Beberapa tanda yang harus diwaspadai meliputi wajah yang tampak tidak simetris (mencong), kelemahan mendadak pada satu sisi tubuh, bicara yang menjadi pelo atau tidak jelas, hingga gangguan penglihatan yang muncul secara tiba-tiba.
Kini, suara merdu Peabo Bryson mungkin telah senyap di panggung, namun warisan karyanya akan tetap hidup selamanya. Kepergiannya menjadi momentum refleksi tentang pentingnya menjaga kesehatan gaya hidup, mengingat kasus stroke kini tidak hanya menyerang kelompok lansia, namun juga mulai banyak ditemukan pada usia produktif di bawah 40 tahun.