Membangun Kedekatan Keluarga Lewat Kampanye ‘Temani Langkahmu, Kini dan Nanti’ Ala Frisian Flag
Rabu, 03 Jun 2026 16:05 WIB
Kabarmalam.com — Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang semakin kompleks, dukungan emosional dan pemenuhan gizi menjadi fondasi utama bagi keharmonisan keluarga. Menyadari hal tersebut, Frisian Flag Indonesia (FFI) kembali menggebrak dengan kampanye bertajuk ‘Temani Langkahmu, Kini dan Nanti’. Perhelatan yang digelar selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Mei 2026 di Atrium BXC Bintaro ini, bukan sekadar seremoni biasa, melainkan sebuah ruang temu edukatif bagi para orang tua dan anak untuk saling mengapresiasi dan tumbuh bersama.
Sentuhan Empati dalam Sebuah Kampanye
Lahirnya kampanye ini bukanlah tanpa alasan yang kuat. Menurut Andrew Saputro, Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia, program ini dirancang berdasarkan studi mendalam dan Focus Group Discussion (FGD). Dari riset tersebut terungkap bahwa keluarga Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang cukup kompleks, sehingga membutuhkan perhatian-perhatian kecil sebagai bentuk apresiasi diri agar tetap tangguh.
“Kami melihat bahwa untuk bisa bertahan di situasi sekarang, keluarga Indonesia membutuhkan dukungan yang nyata. Itulah alasan kami meluncurkan kampanye ‘Temani Langkahmu Kini dan Nanti’, sebuah langkah untuk memberikan perhatian lebih bagi setiap anggota keluarga,” ujar Andrew di sela-sela acara.
Nutrisi Otak dan Tubuh: Investasi Masa Depan
Selama tiga hari berturut-turut, panggung utama diisi oleh deretan pakar dan figur publik yang berbagi perspektif tentang pentingnya nutrisi anak. Pada hari pertama, dr. Ester Honoris, Sp.A bersama Chika, ibunda dari selebgram cilik Kenkulus, membedah pentingnya makronutrien dan mikronutrien.
dr. Ester menekankan bahwa susu memegang peranan krusial sebagai pelengkap mikronutrien yang mungkin tidak terpenuhi secara maksimal dari makanan pokok harian. Senada dengan hal itu, Chika menceritakan pengalamannya dalam menjaga asupan sang buah hati, terutama fokus pada kandungan Omega 3 & 6 yang sangat krusial di masa golden age untuk optimalisasi perkembangan otak.
Membangun Kebiasaan Sehat Sejak Dini
Keseruan berlanjut pada hari kedua dengan kehadiran pasangan selebritas Ringgo Agus Rahman dan Sabai Morscheck. Bersama dr. Mulki Angela, Sp.A, mereka berdiskusi mengenai pentingnya menjadikan minum susu sebagai sebuah gaya hidup atau kebiasaan keluarga, bukan sekadar kewajiban.
Sabai membagikan tips bahwa anak-anak cenderung meniru perilaku orang tuanya. Dengan melihat orang tua rutin mengonsumsi susu yang kaya akan kalsium dan vitamin D3, anak akan merasa bahwa hal tersebut adalah aktivitas yang menyenangkan dan perlu bagi kesehatan tulang serta energi mereka dalam bereksplorasi.
Menjaga ‘Tangki Cinta’ Anak Melalui Dukungan Emosional
Tak hanya soal fisik, kesehatan mental dan emosional juga menjadi sorotan pada hari ketiga. Psikolog Klinis Irma Gustiana Andriani menjelaskan konsep ‘bahasa cinta’ sebagai bahan bakar emosional anak. Jika tangki cinta ini penuh, anak akan memiliki ketahanan mental yang baik. Sebaliknya, kekosongan emosional dapat memicu berbagai masalah perilaku.
Ochi Febriana, ibu dari influencer cilik Shabira Alula (Lala), turut menambahkan bahwa kehadiran fisik dan emosional orang tua adalah bentuk support system terbaik. “Ketika anak merasa ditemani, perjalanan tumbuh kembang yang berat sekalipun akan terasa lebih ringan bagi mereka,” ungkapnya haru.
Eksplorasi Seru di Berbagai Station Interaktif
Selain edukasi lewat bincang-bincang, pengunjung diajak berpetualang di berbagai booth interaktif. Anak-anak dibekali ‘paspor perjalanan’ untuk menjelajahi empat station utama:
- Station 1 (Semangat Kebaikan Susu): Mengenalkan asal-usul dan manfaat nutrisi bagi tubuh.
- Station 2 (Senangnya Berkreasi): Wadah kreativitas yang didukung nutrisi Omega 3 & 6.
- Station 3 (Nikmatnya Bereksplorasi): Fokus pada dukungan energi untuk anak usia sekolah melalui Vitamin D3 dan Kalsium.
- Station 4 (Semangat Pagi): Mengedukasi pentingnya sarapan berkualitas bersama kental manis sebagai pelengkap.
Salah satu pengunjung, Santi Naela Putri (29), mengaku sangat terkesan dengan acara ini. Baginya, kegiatan ini menjadi alternatif hiburan positif yang edukatif bagi keluarganya di akhir pekan.
Memperingati Hari Susu Sedunia
Acara ini juga sekaligus menjadi momentum perayaan Hari Susu Sedunia yang jatuh pada 1 Juni. Intan Ayu Kartika, Marketing Director FFI, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk kembali menengok pola gizi seimbang.
Melengkapi rangkaian acara, Prof. Dr. Ir. Epi Taufik dari IPB menjelaskan bahwa kualitas susu yang baik dimulai dari hulu, yakni kesehatan ternak dan kebersihan proses pemerahan di peternakan. Hal ini menjamin bahwa setiap tetes susu yang dikonsumsi keluarga Indonesia membawa kebaikan yang utuh untuk melangkah maju, kini dan nanti.