Drama Berujung Damai: Insiden Keributan Prajurit TNI dan Pemilik Warung di Kemayoran Berakhir Tanpa Tuntutan
Rabu, 06 Mei 2026 18:37 WIB
Kabarmalam.com — Ketegangan yang sempat menyita perhatian publik di kawasan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, akhirnya menemui titik terang. Insiden keributan yang melibatkan seorang prajurit TNI AD dan pemilik warung kelontong tersebut kini resmi dinyatakan berakhir secara kekeluargaan.
Kepastian mengenai penyelesaian kasus ini dikonfirmasi langsung oleh pihak berwajib. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, membenarkan bahwa kedua belah pihak telah memilih jalan rekonsiliasi. “Iya, benar (sudah berakhir damai),” ujarnya singkat saat memberikan keterangan kepada tim redaksi, Rabu (6/5/2026).
Kesepakatan Tanpa Ganti Rugi
Sikap saling memaafkan menjadi pondasi utama selesainya perselisihan ini. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, mengungkapkan bahwa dalam pertemuan mediasi, tidak ada satu pihak pun yang mengajukan tuntutan materiel maupun hukum.
“Tidak ada tuntutan ganti rugi. Kedua belah pihak sudah saling memaafkan dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya di masa mendatang,” jelas Erlyn. Langkah ini diambil guna menjaga kondusivitas serta stabilitas keamanan wilayah di lingkungan pemukiman padat penduduk tersebut.
Kronologi Kejadian: Dari Salah Paham Menjadi Bentrokan
Sebelumnya, sebuah potongan video sempat viral di media sosial yang memperlihatkan aksi perusakan di sebuah warung. Dalam rekaman yang beredar, tampak seorang pria mengenakan helm putih terlibat adu mulut hebat dengan penjaga warung. Situasi yang memanas kemudian memicu aksi pemukulan dan perusakan fasilitas warung, termasuk etalase dan mesin pendingin es krim, menggunakan tabung gas melon.
Namun, di balik video viral tersebut, terdapat fakta lain yang terungkap. Kadispen TNI AD, Brigjen Donny Pramono, memberikan klarifikasi bahwa insiden ini berawal dari kesalahpahaman saat proses transaksi belanja. Donny menyebutkan bahwa prajurit yang terlibat, yakni Sertu AW, justru mengalami luka fisik yang cukup serius.
“Perlu kami luruskan bahwa dalam peristiwa tersebut, Sertu AW mengalami luka akibat penusukan yang dilakukan oleh pihak pemilik warung. Saat ini, yang bersangkutan masih menjalani perawatan medis di RS Hermina Kemayoran,” ungkap Donny dalam keterangan resminya.
Himbauan untuk Masyarakat
Terkait kerusakan yang terjadi di lokasi, pihak TNI AD menjelaskan bahwa hal itu merupakan reaksi spontan di tengah situasi yang sudah terlanjur memanas. Kendati demikian, proses pendalaman fakta secara utuh tetap dilakukan agar tidak ada disinformasi yang merugikan salah satu pihak.
Brigjen Donny juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi potongan video yang beredar di media sosial. Seringkali, narasi yang berkembang di jagat maya tidak menggambarkan kronologi kejadian secara utuh dan berpotensi memicu provokasi.
“TNI AD berkomitmen untuk tetap memproses setiap prajurit sesuai ketentuan yang berlaku jika ditemukan adanya pelanggaran prosedur. Namun, kami bersyukur kasus di Kemayoran ini dapat diselesaikan dengan semangat musyawarah,” pungkasnya.