Drama Peron Pasca-Lumpuh: KRL Green Line Beroperasi Lagi, Penumpang Rebutan Masuk Gerbong
Senin, 04 Mei 2026 21:34 WIB
Kabarmalam.com — Suasana penuh sesak mewarnai operasional kembali layanan KRL Commuter Line rute Tanah Abang-Rangkasbitung atau Green Line pada Senin malam (4/5/2026). Setelah sempat lumpuh total selama berjam-jam akibat kendala teknis dan faktor cuaca, roda besi akhirnya kembali berputar meski harus disambut antrean penumpang yang membeludak di berbagai stasiun.
Berdasarkan pantauan tim di lapangan, khususnya di Stasiun Kebayoran, rangkaian kereta pertama baru tampak melintas sekitar pukul 21.11 WIB. Kehadiran armada ini disambut dengan teriakan dan aksi saling dorong dari para calon penumpang yang sudah jenuh menunggu di area peron. Ketegangan tak terhindarkan saat pintu kereta terbuka, di mana massa berupaya merangsek masuk ke dalam gerbong yang sudah penuh sesak.
Penyebab Gangguan: Listrik Padam hingga Banjir di Jalur Rel
Sebelumnya, perjalanan KRL Green Line mengalami gangguan parah yang membuat mobilitas ribuan pekerja terhambat. Pihak KAI Commuter mengonfirmasi bahwa kendala utama berasal dari gangguan pada Listrik Aliran Atas (LAA) yang terjadi di lintas Stasiun Jurangmangu hingga Pondok Ranji.
Tak hanya masalah kelistrikan, faktor alam juga menjadi penghambat serius. Curah hujan tinggi menyebabkan munculnya genangan air atau banjir di rel pada petak jalur antara Stasiun Kebayoran dan Pondok Ranji. Kondisi ini sempat membuat jalur kereta tidak aman untuk dilalui armada demi keselamatan operasional.
Normalisasi Secara Bertahap
Melalui pernyataan resminya di media sosial, manajemen KAI Commuter menyampaikan bahwa proses perbaikan teknis telah rampung sepenuhnya. “Penanganan gangguan operasional pada Listrik Aliran Atas (LAA) di antara Stasiun Jurangmangu-Pondok Ranji telah selesai, dan aliran listrik di kedua jalur sudah kembali normal,” tulis akun resmi @commuterline.
Meski air yang merendam rel sudah berangsur surut dan kereta mulai dioperasikan, jadwal keberangkatan belum sepenuhnya presisi. Saat ini, pihak operator masih melakukan proses penguraian antrean rangkaian yang sempat tertahan lama. Diperkirakan, jadwal KRL akan berangsur normal setiap 20 menit sekali sembari menunggu pengaturan lalu lintas kereta stabil kembali.
Imbauan Keselamatan bagi Penumpang
Menanggapi situasi di peron yang sempat ricuh akibat desakan penumpang, pihak KAI meminta masyarakat untuk tetap tenang dan mengutamakan keselamatan. Para petugas di lapangan juga terus bersiaga untuk memberikan arahan agar tidak terjadi kecelakaan di area stasiun.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna untuk senantiasa mengikuti arahan dan informasi dari petugas. Tetap utamakan keselamatan diri sendiri dan penumpang lain. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi sepanjang malam ini,” pungkas pihak KAI Commuter.
Hingga berita ini diturunkan, kepadatan di sejumlah stasiun utama masih terlihat, namun perlahan mulai terurai seiring dengan bertambahnya frekuensi rangkaian kereta yang melintas menuju arah Serpong dan Rangkasbitung.