Strategi Jitu Dinas LH DKI Jakarta: Optimalkan RDF Rorotan Guna Atasi Beban TPST Bantargebang
Kamis, 23 Apr 2026 20:34 WIB
Kabarmalam.com — Bayang-bayang krisis sampah di Ibu Kota semakin nyata seiring dengan menipisnya kapasitas TPST Bantargebang. Menanggapi situasi krusial ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asiki, mengungkapkan langkah-langkah strategis untuk memperpanjang napas pembuangan sampah Jakarta, salah satunya melalui optimalisasi fasilitas RDF Rorotan.
Transformasi Pengolahan Sampah Organik
Dalam rapat kerja bersama Komisi D DPRD Jakarta yang berlangsung di Gedung DPRD Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026), Dudi menekankan pentingnya akselerasi pemilahan sampah di tingkat hulu. Fokus utamanya saat ini adalah menangani sampah organik, yang selama ini menjadi komponen terbesar dalam volume sampah harian Jakarta.
“Kami melakukan percepatan pada pengelolaan sampah organik. Meski secara nilai ekonomi mungkin tidak terlalu tinggi di pasar umum, sampah jenis ini sebenarnya bisa kita distribusikan secara luas untuk kebutuhan lain,” jelas Dudi di hadapan para anggota dewan. Ia menargetkan setidaknya 40 persen permasalahan sampah di Jakarta dapat teratasi melalui pemilahan yang konsisten di sumbernya.
Menuju Operasional Penuh di RDF Rorotan
Selain pemilahan, kunci utama dalam skenario penyelamatan lingkungan ini adalah fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) yang berlokasi di Rorotan. Dudi berencana memacu kapasitas pengolahan di lokasi tersebut agar lebih maksimal. Saat ini, RDF Rorotan mengolah sekitar 800 ton sampah segar per hari dari total kapasitas 1.000 ton.
Strategi pengoptimalan ini mencakup dua aspek utama:
- Peningkatan Kapasitas: Mendorong volume sampah segar yang diolah hingga menyentuh angka maksimal 1.000 ton per hari.
- Perluasan Waktu Operasional: Mengubah jadwal kerja yang semula hanya 5 hari dalam seminggu menjadi 7 hari penuh (full week).
“Jika kita bisa memaksimalkan hingga 1.000 ton selama 7 hari penuh, ini akan sangat membantu meringankan beban pembuangan. Apalagi jika proses pemilahan di wilayah Jakarta Utara bisa dilakukan secara efektif, maka sampah kering dapat langsung diarahkan ke RDF Rorotan tanpa harus singgah di Bantargebang,” tambahnya secara detail.
Sinergi dengan Industri Kompos
Dinas LH DKI Jakarta juga berencana memperluas jaringan kerja sama dengan sektor swasta, khususnya pabrik-pabrik kompos. Langkah ini diambil untuk menyerap sisa sampah organik yang belum tertangani di level rumah tangga atau komunitas. Dengan menyalurkan sampah organik ke industri pengolahan kompos, diharapkan volume residu yang berakhir di TPST Bantargebang dapat berkurang secara signifikan.
Upaya masif dalam pengolahan sampah ini menjadi bukti nyata komitmen Pemprov DKI untuk menciptakan ekosistem perkotaan yang lebih berkelanjutan. Melalui kombinasi teknologi RDF dan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah, Jakarta berharap dapat menghindari kebuntuan manajemen limbah di masa depan.