Pelarian Berakhir! 4 Pembunuh Lansia di Rumbai Diringkus, Sang Menantu Diduga Jadi Otak Kejahatan
Sabtu, 02 Mei 2026 20:06 WIB
Kabarmalam.com — Tabir gelap yang menyelimuti kasus kematian tragis Dumaris Deniwati Boru Sitio (60) akhirnya tersingkap. Dalam waktu singkat, tim gabungan kepolisian berhasil meringkus empat orang terduga pelaku yang sempat melarikan diri ke luar provinsi setelah melakukan aksi keji di wilayah Rumbai, Kota Pekanbaru.
Pengejaran Lintas Provinsi
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Muharman Arta, mengonfirmasi keberhasilan jajarannya dalam mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang merenggut nyawa lansia tersebut. Langkah cepat yang diambil oleh Resmob, Jatanras Polda Riau, bersama Satreskrim Polresta Pekanbaru membuahkan hasil manis dengan penangkapan para pelaku di dua lokasi berbeda.
“Alhamdulillah, tim gabungan berhasil mengamankan empat pelaku di tempat persembunyian mereka masing-masing. Dua orang kami ringkus di Aceh Tengah, sementara dua lainnya diamankan di Kota Binjai, Sumatera Utara,” ungkap Kombes Muharman Arta dalam keterangannya, Sabtu (2/5/2026).
Pengkhianatan dari Lingkaran Terdekat
Dibalik peristiwa memilukan ini, tersimpan sebuah fakta yang mengejutkan. Berdasarkan rekaman CCTV yang menjadi kunci penyelidikan, salah satu pelaku yang terlibat diduga kuat adalah AF, yang merupakan menantu dari korban sendiri. Kasus pembunuhan lansia ini pun semakin menyita perhatian publik karena motif dan cara eksekusi yang tergolong dingin.
Peristiwa berdarah ini bermula pada Rabu (29/4) siang, ketika suami korban, Salmon Mena, menemukan Dumaris sudah tidak bernyawa dengan kondisi bersimbah darah di kediaman mereka. Kehadiran para pelaku terekam jelas dalam kamera pengawas. Awalnya, sebuah mobil hitam tampak berhenti di depan rumah korban. AF, yang mengenakan kaus hitam, masuk ke halaman rumah diikuti oleh seorang wanita berhoodie biru dan dua orang pria lainnya.
Momen Tragis yang Terekam Kamera
Narasi dalam rekaman tersebut memperlihatkan betapa tenangnya para pelaku sebelum melakukan aksinya. Korban yang tidak menaruh curiga tampak menyambut kedatangan para tamu tersebut. Bahkan, sosok yang diduga menantunya sempat menyalami korban dengan sopan.
Namun, suasana kekeluargaan itu seketika berubah menjadi horor saat seorang pria—yang diduga sebagai selingkuhan AF—muncul membawa balok kayu. Tanpa peringatan, ia menghantamkan kayu tersebut ke kepala korban hingga Dumaris jatuh terkulai. Selain kehilangan nyawa, korban juga dilaporkan kehilangan sejumlah perhiasan dan uang tunai senilai SGD 400.
Atensi Khusus dari Kapolda Riau
Kejadian ini mendapatkan perhatian serius dari Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan. Beliau memberikan instruksi tegas agar jajaran Polresta Pekanbaru mengusut tuntas hingga ke akar-akarnya dan memastikan para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal. Meski identitas lengkap para pelaku belum dibeberkan secara rinci, pihak kepolisian berjanji akan mengungkap detail selengkapnya dalam konferensi pers yang dijadwalkan besok siang.
Tragedi di Rumbai ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan, bahkan terhadap orang-orang di lingkaran terdekat sekalipun. Masyarakat kini menanti keadilan bagi Dumaris, sosok lansia yang harus meregang nyawa di tangan mereka yang seharusnya memberikan perlindungan.