Tekad Baja Riau Lawan NAPZA: Satgas Anti Narkoba Resmi Dikukuhkan sebagai Benteng Pertahanan Daerah
Sabtu, 25 Apr 2026 12:05 WIB
Kabarmalam.com — Langkah besar diambil oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau dalam upaya memutus rantai peredaran gelap narkotika di wilayahnya. Bertempat di halaman Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, pada Sabtu (25/4/2026), sebuah sinergi kuat antara Polda Riau, TNI, dan Pemerintah Provinsi Riau resmi meluncurkan Satgas Anti Narkoba sebagai garda terdepan dalam menjaga marwah Bumi Lancang Kuning dari kehancuran generasi.
Pembentukan satuan tugas ini bukan sekadar seremoni belaka, melainkan manifestasi nyata dari perlawanan kolektif terhadap bahaya narkotika yang kian mengancam. Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Plt Gubernur Riau SF Haryanto, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, hingga Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, menegaskan bahwa perang terhadap narkoba adalah prioritas utama di tingkat provinsi.
Lonceng Peringatan dari Panipahan
Dalam sambutannya, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan secara terbuka menyebut insiden yang sempat memanas di Desa Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir, sebagai sebuah wake up call atau lonceng peringatan bagi semua pihak. Tragedi di pelosok daerah tersebut menyadarkan masyarakat bahwa kejahatan narkotika tidak lagi mengenal batas wilayah.
“Kejadian di Panipahan adalah pengingat yang membangunkan kita semua. Ini bukan hanya beban pundak kepolisian atau TNI semata, melainkan tanggung jawab moral kita bersama sebagai bangsa,” tegas Irjen Herry di hadapan para peserta apel kesiapan.
Strategi Kolaboratif: Dari Emak-emak hingga Ojol
Berbeda dengan upaya konvensional, Satgas Anti Narkoba kali ini mengedepankan pendekatan yang lebih inklusif dan menyentuh berbagai lapisan sosial. Satgas ini tidak hanya melibatkan aparat penegak hukum, namun juga merangkul ekosistem masyarakat secara luas, di antaranya:
- Kepala Sekolah dan Ketua OSIS sebagai benteng di dunia pendidikan.
- Komunitas pelaku usaha dan pengemudi ojek online (ojol) sebagai pemantau di lapangan.
- Kelompok ibu-ibu dari Panipahan yang didaulat menjadi Duta Anti Narkoba untuk mengawasi lingkungan keluarga.
Plt Gubernur Riau SF Haryanto memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiasi ini. Menurutnya, kerja Satgas adalah kerja kemanusiaan yang berlandaskan keikhlasan untuk menyelamatkan masa depan masyarakat Riau.
Pesan Tegas dari Akar Rumput
Sisi emosional acara ini muncul ketika Santi Sinaga, salah satu perwakilan ibu dari Panipahan, menyampaikan kegelisahan warga di tingkat akar rumput. Dengan nada bergetar namun penuh ketegasan, ia meminta agar pemberantasan narkoba dilakukan hingga tuntas ke akar-akarnya.
“Kami sudah sangat resah melihat anak-anak kami menjadi korban. Kami memohon kepada Bapak Kapolda dan seluruh jajaran agar bandar-bandarnya disikat habis. Jangan ada lagi celah bagi narkoba untuk beredar dengan mudah di desa kami,” ungkap Santi dengan penuh harap.
Senada dengan hal tersebut, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo mengingatkan bahwa perlawanan ini harus merambah ke seluruh sendi kehidupan. Ia mengajak masyarakat untuk memegang teguh prinsip Say no to drug, say yes to live demi menjaga kedaulatan bangsa dari ancaman laten penyalahgunaan narkoba.
Dengan terbentuknya Satgas ini, diharapkan Riau mampu menekan angka peredaran gelap narkoba secara signifikan melalui penegakan hukum yang adil, terukur, serta edukasi preventif yang masif di seluruh penjuru wilayah.