Gebrakan Rano Karno! Siapkan Rp84 Miliar Demi Ubah Jakarta Jadi Kota Sinema Dunia
Sabtu, 04 Apr 2026 07:37 WIB
Kabarmalam.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan komitmennya untuk mengubah wajah ibu kota menjadi pusat perfilman berkelas internasional atau “Kota Sinema”. Meski sempat menuai keraguan dari berbagai pihak, sosok yang akrab dengan industri film ini optimistis Jakarta mampu bersaing di kancah global melalui dukungan fiskal yang kuat.
Modal Rp84 Miliar untuk Produser Film
Langkah nyata yang disiapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah pengalokasian dana insentif pajak tontonan mencapai Rp84 miliar. Dana fantastis ini rencananya akan dikembalikan kepada para produser sebagai modal produksi film nasional guna menggairahkan industri kreatif di ibu kota.
“Jakarta serius. Kami ingin membentuk Jakarta Film Commission. Dulu ada kebijakan mengembalikan pajak tontonan agar produksi film meningkat, dan saat ini kami memegang sekitar Rp84 miliar untuk mendukung para produser,” ujar Rano Karno di Jakarta.
Tantangan Pendanaan dan Dukungan Bank Indonesia
Berbekal pengalaman lebih dari lima dekade di industri perfilman, Rano Karno menyoroti sulitnya akses perbankan karena risiko industri film yang dianggap tinggi. Namun, ia berhasil meyakinkan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta bahwa film lokal kini telah menjadi tuan rumah di negeri sendiri dengan potensi ekonomi yang masif.
Berdasarkan data tahun 2024, jumlah penonton bioskop di Indonesia menembus angka 122 juta orang, di mana 85 persen di antaranya memilih menonton film karya anak bangsa. Hal inilah yang mendasari BI DKI untuk sepakat menjadikan subsektor ekonomi kreatif sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Jakarta.
Gagas Jakarta Youth Film Festival 2026
Sebagai wujud nyata sinergi lintas sektor, Jakarta akan menyelenggarakan “Jakarta Youth Film Festival 2026” dengan tema “Jakarta Kota Kita”. Festival ini dirancang sebagai ruang kreatif bagi generasi muda untuk masuk ke dalam ekosistem perfilman profesional.
Rano meyakini bahwa dalam dua tahun ke depan, kegiatan ini tidak hanya akan diramaikan oleh talenta lokal, tetapi juga mampu menarik minat sineas dari mancanegara, sekaligus mengukuhkan posisi Jakarta sebagai destinasi sinema unggulan di Asia.