Kisah Haru di Balik Umrah Ruben Onsu dan Ivan Gunawan: Penantian 15 Tahun Berbuah Manis di Tanah Suci
Kamis, 02 Jul 2026 08:04 WIB
Kabarmalam.com — Persahabatan sejati yang terjalin selama belasan tahun akhirnya membawa dua pesohor tanah air, Ruben Onsu dan Ivan Gunawan, bersimpuh di depan Ka’bah. Setelah memendam keinginan selama 15 tahun untuk bisa menunaikan ibadah umrah bersama, momen spiritual yang dinanti-nantikan itu akhirnya terwujud dalam sebuah perjalanan yang penuh keajaiban dan rasa haru.
Penantian Panjang yang Tak Terduga
Bagi Ruben Onsu, perjalanan ke Tanah Suci kali ini bukanlah sekadar ibadah rutin, melainkan sebuah jawaban atas doa panjangnya. Menariknya, rencana besar ini justru terlaksana tanpa persiapan yang berbelit-belit. Di tengah kesibukan jadwal syuting yang padat, celah waktu itu tiba-tiba terbuka lebar, seolah semesta memang sudah merestui mereka untuk berangkat bersama.
“Kalau saya bicara jujur, ini semua adalah jalan cerita dari Tuhan yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Bisa bertemu kembali dan beribadah bersama Igun di depan Ka’bah adalah momen yang luar biasa indah. Kami hanya bisa berserah diri, dan ternyata skenario Allah jauh lebih cantik dari apa yang kami rencanakan,” ungkap Ruben dengan nada penuh syukur saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
Sinergi di Tengah Kesibukan
Selama 15 tahun bersahabat, rencana untuk pergi umrah bersama sebenarnya sudah sering kali tercetus. Namun, realitas dunia hiburan yang dinamis sering kali menjadi penghalang. Ruben menceritakan betapa sulitnya menyamakan jadwal antara dirinya dan sahabat karibnya yang akrab disapa Igun tersebut.
“Dulu saya sering bilang ingin umrah bareng Kak Igun. Tapi ya itu, waktunya susah sekali ketemu. Kadang saya bisa, dianya ada kerjaan lain, begitu juga sebaliknya. Baru kali inilah semua benar-benar pas,” tambah presenter kondang tersebut.
Kemandirian dalam Beribadah
Ada hal unik dalam perjalanan spiritual mereka kali ini. Meski berangkat bersama, Ruben dan Ivan Gunawan sepakat untuk menjalankan prosesi ibadah secara mandiri selama berada di Makkah. Keputusan ini diambil agar masing-masing bisa lebih khusyuk dan tidak saling bergantung secara teknis, mengingat padatnya jamaah di Tanah Suci.
“Kami memang memilih untuk banyak beribadah masing-masing. Tujuannya supaya tidak perlu saling menunggu. Kalau saling tunggu, nanti malah tidak dapat tempat di dalam Masjidil Haram. Jadi siapa yang lebih dulu siap, langsung berangkat saja. Lucunya, meski tidak janjian, kami sering sekali tidak sengaja bertemu saat sedang tawaf,” jelas Ruben sambil tersenyum.
Kemudahan yang Mengalir
Ruben juga merasa proses keberangkatan yang serba mendadak ini justru diberikan banyak kemudahan. Mulai dari ketersediaan kuota yang sesuai dengan tanggal yang diinginkan, hingga hal-hal kecil yang membuat perjalanan terasa lebih hangat. Salah satu momen emosional adalah ketika mereka baru menyadari bahwa salah satu kru pesawat yang bertugas adalah kerabat dekatnya sendiri.
“Semuanya dimudahkan oleh Allah. Jadwalnya pas, tanggalnya pas, bahkan pramugarinya ternyata masih sepupu saya sendiri. Jadi suasana selama di pesawat pun terasa seperti sedang berkumpul dengan keluarga,” tuturnya.
Persahabatan yang Tetap Sama
Meski berada di tempat yang paling suci, dinamika persahabatan antara Ruben dan Igun tidak berubah. Keduanya tetap mempertahankan kebiasaan lama mereka, mulai dari saling melempar candaan hingga perdebatan kecil yang jenaka. Ruben mengaku bahwa keaslian hubungan inilah yang justru membuat perjalanan umrah mereka menjadi semakin bermakna.
“Alhamdulillah, hubungan kami tetap apa adanya. Masih sering bercanda, masih sering ada perdebatan-perdebatan seru seperti biasa. Itulah yang membuat persahabatan kami tetap awet hingga belasan tahun,” pungkas ayah dua anak tersebut menutup pembicaraan.