Strategi Besar Danantara: Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Bahas Lompatan Investasi
Minggu, 21 Jun 2026 23:04 WIB
Kabarmalam.com — Di tengah suasana akhir pekan yang tenang di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, dinamika roda pemerintahan tetap berputar kencang. Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan strategis dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga menjabat sebagai CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani. Pertemuan pada Minggu (21/6/2026) tersebut menjadi sinyal kuat percepatan transformasi ekonomi nasional melalui pengelolaan aset negara yang lebih modern dan efisien.
Dalam diskusi intensif tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya optimalisasi aset bangsa agar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengungkapkan bahwa pertemuan ini tidak hanya sekadar koordinasi rutin, melainkan upaya mendalam untuk memetakan peluang ekonomi baru yang dapat digerakkan secara lincah oleh Danantara.
Pariwisata dan Industri Kreatif Jadi Magnet Investasi
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah penguatan sektor pariwisata sebagai magnet utama untuk menarik arus investasi, baik dari mancanegara maupun domestik. Pemerintah berencana menjadikan penyelenggaraan acara berskala besar sebagai pilar pertumbuhan baru.
Strategi ini mencakup penyelenggaraan kompetisi olahraga internasional, konser musik kelas dunia, hingga pemberdayaan industri kreatif. Langkah ini diharapkan tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru dalam jumlah besar, tetapi juga mampu meningkatkan perputaran ekonomi nasional secara signifikan melalui ekosistem hiburan dan gaya hidup.
Transformasi Masif dan Konsolidasi BUMN
Selain fokus pada sektor pariwisata, agenda besar transformasi BUMN di bawah payung Danantara juga menjadi sorotan utama dalam rapat di Kertanegara tersebut. Hingga saat ini, proses konsolidasi entitas perusahaan pelat merah terus berjalan secara masif demi meningkatkan efisiensi operasional dan penguatan modal.
Berdasarkan data yang disampaikan, dari total sekitar 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 entitas telah berhasil dikonsolidasikan. Pemerintah pun tidak berhenti di situ; target berikutnya adalah melakukan konsolidasi terhadap sekitar 300 entitas lainnya dalam waktu dekat.
“Langkah ini diambil untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan efisiensi, serta yang terpenting adalah mengurangi beban biaya yang selama ini ditanggung oleh negara,” tegas Teddy Indra Wijaya. Upaya ini merupakan bagian dari visi besar kepemimpinan Prabowo Subianto untuk memastikan setiap rupiah aset negara bekerja optimal bagi rakyat.
Turut hadir mendampingi Presiden dalam pertemuan strategis tersebut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Pertemuan yang berlangsung di kediaman pribadi Presiden ini mempertegas komitmen pemerintah untuk bergerak cepat dalam membenahi fundamental ekonomi melalui Danantara sebagai ujung tombak pengelolaan investasi strategis masa depan Indonesia.