Misteri Pembacokan Maut di Konvoi Persebaya Terungkap, Pelaku Tak Berkutik Saat Dijemput di Sampang
Senin, 22 Jun 2026 00:04 WIB
Kabarmalam.com — Euforia perayaan ulang tahun Persebaya Surabaya ke-99 yang seharusnya menjadi ajang kegembiraan bagi para pendukungnya, menyisakan duka yang sangat mendalam. Tragedi pembacokan yang merenggut nyawa remaja berinisial GAD (16), atau yang akrab dipanggil Ado, kini mulai menemui titik terang setelah tim Jatanras Polrestabes Surabaya berhasil meringkus pelaku utama.
Pelarian MN Berakhir di Sampang Madura
Penyelidikan intensif yang dilakukan pihak kepolisian membuahkan hasil manis. Pelaku yang teridentifikasi berinisial MN, akhirnya berhasil diamankan di daerah Sampang, Madura. Penangkapan ini merupakan buah dari kerja keras petugas yang melacak jejak MN pasca-insiden berdarah di tengah keriuhan konvoi suporter tersebut.
Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya, Iptu Evan Caesar Ibrahim, mengungkapkan bahwa penangkapan dilakukan setelah melalui serangkaian proses penyelidikan yang melibatkan keterangan saksi serta pencocokan fakta di lapangan. “Kami telah mengamankan satu orang tersangka. Hal ini berdasarkan hasil penyelidikan mendalam terhadap fakta-fakta yang kami temukan di TKP,” ujar Evan kepada awak media.
Penyerahan Diri Lewat Jalur Persuasif
Menariknya, proses penangkapan MN dilakukan dengan pendekatan kekeluargaan. Iptu Evan menjelaskan bahwa pelaku diserahkan langsung oleh pihak keluarga dengan didampingi oleh sesepuh atau tokoh yang dituakan di wilayah tersebut. Langkah kooperatif ini memudahkan petugas dalam membawa MN kembali ke Surabaya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Dari hasil interogasi sementara, MN diketahui bertindak sebagai pelaku tunggal dalam insiden yang terjadi pada momen anniversary tersebut. “Hingga saat ini, penyelidikan kami menunjukkan bahwa tersangka memang hanya satu orang, yakni MN,” tegasnya menyikapi dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus pembacokan maut ini.
Barang Bukti Celurit dan Helm Diamankan
Guna memperkuat berkas perkara, pihak kepolisian juga telah mengamankan sejumlah barang bukti penting yang memperkuat keterlibatan MN. Di antaranya adalah pakaian yang dikenakan pelaku saat kejadian, sebuah helm, serta senjata tajam jenis celurit yang diduga kuat menjadi alat untuk menghabisi nyawa korban.
Kematian Ado menjadi tamparan keras bagi dunia suporter sepak bola di tanah air. Di saat ribuan orang merayakan kecintaan pada klub, aksi kriminalitas justru mencoreng momen sakral tersebut. Kini, MN harus bersiap menghadapi konsekuensi hukum atas tindakan brutalnya yang telah merenggut masa depan seorang remaja muda di Kota Pahlawan.