Ikonik! Patung Jenderal Sudirman Tetap Tegak di Dukuh Atas, Jadi Mahkota Jembatan ‘Donat’
Minggu, 21 Jun 2026 20:34 WIB
Kabarmalam.com — Polemik panjang mengenai nasib Patung Jenderal Sudirman di kawasan jantung ibu kota akhirnya menemui titik terang. Gubernur Jakarta, Pramono Anung, memberikan kepastian bahwa monumen ikonik tersebut tidak akan beranjak satu inci pun dari lokasinya saat ini di Dukuh Atas. Keputusan ini diambil di tengah proses transformasi besar-besaran kawasan tersebut melalui pembangunan pedestrian deck yang populer disebut sebagai ‘jembatan cincin donat’.
Sang Jenderal Menjadi Pusat Perhatian
Dalam acara pencanangan proyek pada Minggu (21/6), Pramono menegaskan bahwa keberadaan patung sang Panglima Besar justru akan menjadi elemen estetika utama dalam wajah baru Jakarta. Alih-alih dipindahkan, patung tersebut dirancang untuk berada tepat di titik tengah jembatan melingkar yang sedang dibangun. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan; selain untuk menjaga nilai historis, keputusan ini juga bertujuan untuk menghindari perdebatan yang tidak perlu di kalangan masyarakat.
“Setelah kami merenungkan matang-matang selama berhari-hari, Patung Jenderal Sudirman tetap akan berada di tempat ini. Kami tidak akan menggesernya agar tidak menjadi polemik lagi. Sebaliknya, lokasi ini akan kami sulap menjadi lebih indah dan ikonik,” tutur Pramono dengan nada optimis saat meninjau maket tata ruang Jakarta yang baru.
Anjungan Khusus untuk Publik
Integrasi patung ke dalam desain jembatan layang ini menjanjikan pengalaman visual yang berbeda bagi warga. Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat, menjelaskan bahwa nantinya akan tersedia anjungan khusus di atas jembatan. Fasilitas ini memungkinkan pejalan kaki untuk melihat lebih dekat kemegahan patung dari ketinggian saat mereka sedang bermobilisasi antarmoda.
Pembangunan ini menjadi bagian dari visi besar untuk menjadikan Dukuh Atas sebagai pusat integrasi transportasi paling modern di Indonesia. Kawasan ini nantinya akan menghubungkan berbagai layanan mulai dari MRT, LRT, TransJakarta, KCI, hingga Kereta Bandara dalam satu ekosistem yang terpadu dan nyaman.
Solusi Ampuh Mengurai Kemacetan
Selain aspek estetika, kehadiran jembatan donat ini diproyeksikan menjadi solusi kemacetan yang selama ini menghantui area Sudirman. Selama ini, kepadatan kendaraan sering kali dipicu oleh aktivitas naik-turunnya penumpang di pinggir jalan, terutama pada jam sibuk atau saat cuaca buruk.
“Kami yakin keberadaan jembatan ini akan sangat membantu mengurangi kemacetan. Nantinya, arus pergerakan orang akan dialihkan ke atas, sehingga tidak ada lagi penumpukan di tepi jalan yang mengganggu lalu lintas kendaraan. Semuanya akan terasa lebih lancar karena akses menuju MRT atau moda lainnya sudah terintegrasi di jalur layang,” jelas Pramono menambahkan mengenai rencana pembangunan Jakarta yang lebih humanis.
Menutup Babak Kontroversi
Keputusan untuk mempertahankan posisi patung ini seolah menjadi jawaban atas keresahan yang sempat muncul pada tahun 2025. Kala itu, rencana pemindahan patung sempat memicu gelombang opini publik. Bahkan, wacana untuk menggeser monumen tersebut ke perbatasan Jalan MH Thamrin sempat mencuat ke permukaan. Namun, dengan ditetapkannya desain akhir ‘jembatan donat’ ini, maka berakhir sudah teka-teki mengenai masa depan salah satu simbol perjuangan bangsa di ibu kota tersebut.