Dishub DKI Jakarta Pastikan Isu Tebusan Rp 250 Ribu untuk Motor Ojol Adalah Hoax
Minggu, 21 Jun 2026 20:04 WIB
Kabarmalam.com — Jagat media sosial sempat dihebohkan dengan kabar miring yang menyebutkan adanya praktik pungutan liar dalam proses pengembalian sepeda motor milik seorang pengemudi ojek online (ojol). Menanggapi hal tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta bergerak cepat untuk meluruskan informasi yang dianggap meresahkan masyarakat tersebut.
Klarifikasi Tegas dari Kadishub DKI
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, memberikan pernyataan resmi terkait kasus yang menimpa seorang pengemudi ojol bernama Sulis Agung di wilayah Jakarta Timur. Budi menegaskan bahwa narasi yang menyebutkan adanya permintaan uang tebusan sebesar Rp 250 ribu untuk mengambil motor yang diangkut petugas adalah berita bohong atau hoax.
“Kami perlu meluruskan pemberitaan yang berkembang di media sosial. Isu bahwa Pak Sulis dimintai uang Rp 250 ribu dan ancaman motor akan dipindahkan ke Satlantas jika tidak diambil dalam tiga hari adalah sepenuhnya hoax,” ujar Budi di sela-sela agenda apel bersama para pengemudi ojek online di Balai Kota Jakarta.
Prosedur Pengembalian Tanpa Biaya
Budi menjelaskan kronologi yang sebenarnya terjadi di lapangan. Berlawanan dengan isu yang beredar, motor milik Sulis Agung nyatanya langsung dikembalikan kepada pemiliknya pada hari yang sama saat penindakan dilakukan. Proses pengembalian tersebut pun dipastikan tidak dipungut biaya sepeser pun.
Sebagai bagian dari prosedur pembinaan, pemilik kendaraan hanya diminta untuk membuat surat pernyataan tertulis yang berisi janji untuk tidak mengulangi pelanggaran parkir liar di masa mendatang. “Apa yang sesungguhnya terjadi adalah motor tersebut langsung diambil kembali oleh Pak Sulis pada hari itu juga. Syaratnya hanya membuat surat pernyataan dan sama sekali tidak ada pungutan biaya apa pun,” tegas Budi.
Langkah Humanis Melalui Silaturahmi
Guna meredam kegaduhan yang terlanjur meluas di ruang digital, jajaran Dishub DKI Jakarta juga melakukan pendekatan secara kekeluargaan. Kepala Sudinhub Jakarta Timur, Harlem Simanjuntak, diketahui telah mengunjungi kediaman Sulis Agung untuk menjalin silaturahmi sekaligus memastikan tidak ada kesalahpahaman yang tersisa.
“Langkah ini penting bagi kami untuk hadir di tengah masyarakat. Kehadiran pihak Sudinhub Jakarta Timur ke kediaman Pak Sulis adalah bentuk upaya persuasif dan silaturahmi untuk menyelesaikan dinamika yang terjadi di media sosial secara baik-baik,” tambah Budi.
Ke depannya, pihak Dishub DKI Jakarta berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi, termasuk berencana menggandeng pengelola gedung di Jakarta agar dapat memfasilitasi ruang parkir yang lebih memadai bagi para pengemudi ojol, sehingga potensi pelanggaran parkir di bahu jalan dapat diminimalisir.