Ikuti Kami
kabarmalam.com

Solusi Parkir Khusus Ojol, Dishub DKI Bakal Rangkul Pengelola Gedung dan Mal

Husnul | kabarmalam.com
Minggu, 21 Jun 2026 17:03 WIB
Solusi Parkir Khusus Ojol, Dishub DKI Bakal Rangkul Pengelola Gedung dan Mal

Kabarmalam.com — Isu mengenai ketertiban jalanan dan nasib para pejuang aspal kembali menjadi sorotan hangat di ibu kota. Menanggapi insiden viral pengangkutan motor milik seorang mitra pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta Timur beberapa waktu lalu, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta kini mengambil langkah proaktif. Tidak sekadar melakukan penertiban, instansi ini berkomitmen untuk menjalin sinergi dengan para pengelola gedung dan pusat perbelanjaan guna menyediakan fasilitas parkir khusus bagi para driver ojol.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan respons langsung atas aspirasi dari Sulis Agung Wibowo, pengemudi ojol yang motornya sempat diangkut petugas saat tengah menjemput pesanan makanan. Dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Balai Kota Jakarta, Budi menyampaikan bahwa Sulis menitipkan harapan besar agar pemerintah daerah bisa memfasilitasi ketersediaan ruang parkir yang layak di area komersial.

Baca Juga  Trump Beri Sinyal Negosiasi Kilat dengan Iran di Tengah Ketegangan Blokade Pelabuhan

Sinergi Antar-Pihak Jadi Kunci Utama

Budi menekankan bahwa persoalan parkir liar yang sering melibatkan ojol di depan gedung-gedung besar sebenarnya berakar pada masalah komunikasi dan minimnya fasilitas. Oleh karena itu, Dishub Jakarta berencana untuk segera duduk bersama dengan komunitas ojol, operator aplikasi, hingga para pemilik gedung.

“Kami akan segera mengoordinasikan hal ini melalui pertemuan formal. Tujuannya adalah agar aturan penyediaan ruang parkir khusus ojol ini dapat diterapkan secara konkret dan berkelanjutan,” ujar Budi kepada tim Kabarmalam.com di Jakarta.

Dishub menargetkan mulai pekan depan, diskusi intensif mengenai implementasi Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) terkait penyediaan ruang parkir khusus ini akan diprioritaskan. Fokus utamanya adalah mencari titik temu yang saling menguntungkan bagi pengelola gedung dan para mitra ojol yang setiap hari bermobilisasi di sana.

Baca Juga  Gejolak di Jantung Intelijen AS: Tulsi Gabbard Mundur di Tengah Pusaran Perang Iran

Pendekatan Humanis Sesuai Arahan Gubernur

Selain fokus pada pembangunan infrastruktur dan fasilitas, Dishub DKI juga melakukan evaluasi internal terkait cara penindakan di lapangan. Budi menegaskan bahwa sesuai dengan arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, setiap proses penertiban harus mengedepankan sisi humanis.

“Penertiban akan tetap berjalan demi kelancaran lalu lintas, namun kami instruksikan kepada petugas di lapangan untuk menggunakan pendekatan persuasif dan dialogis. Kami tidak ingin hanya menindak, tapi juga memberikan edukasi dan solusi,” tambahnya.

Belajar dari Insiden Jakarta Timur

Sebagaimana diketahui, publik sempat dihebohkan dengan video mengharukan yang memperlihatkan Sulis Agung Wibowo memohon kepada petugas agar motornya tidak diangkut. Bagi Sulis, motor tersebut bukan sekadar kendaraan, melainkan satu-satunya alat untuk menyambung hidup keluarga.

Baca Juga  Arus Balik Memuncak Hari Ini! 26 Gardu Tol Cikatama Disiagakan, One Way Berlaku

Meski saat itu petugas tetap menjalankan prosedur karena posisi kendaraan dianggap mengganggu arus lalu lintas, pihak Sudinhub Jakarta Timur telah menunjukkan itikad baik. Kasudinhub Jakarta Timur, Harlem Simanjuntak, secara langsung mendatangi kediaman Sulis pada Sabtu (20/6) untuk memberikan penjelasan sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Langkah dialogis ini diharapkan menjadi awal yang baru bagi penataan transportasi di Jakarta yang lebih inklusif. Dengan adanya fasilitas parkir yang memadai, diharapkan tidak ada lagi drama pengangkutan kendaraan bagi mereka yang sedang berjuang mencari nafkah di jalanan ibu kota.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul