Menko Zulhas Puji Strategi Pilah Sampah Jakarta, Instruksikan Daerah Lain Lakukan ‘Copy-Paste’
Minggu, 21 Jun 2026 13:05 WIB
Kabarmalam.com — Di tengah tantangan besar pengelolaan limbah perkotaan, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, secara terang-terangan memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dalam sebuah langkah yang dinilai visioner, Jakarta kini menjadi kiblat baru dalam program pemilahan sampah yang diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang bagi krisis lingkungan di Indonesia.
Pujian tersebut dilontarkan sosok yang akrab disapa Zulhas ini saat menghadiri gelaran ‘Apel Siaga Jaga Jakarta Pilah Sampah’ yang berlangsung di silang Monas, Jakarta, pada Minggu (21/6). Menurut Zulhas, apa yang dilakukan oleh Jakarta bukan sekadar inovasi, melainkan sebuah keharusan karena metode konvensional seperti open dumping atau pembuangan terbuka sudah tidak diperbolehkan lagi oleh regulasi yang berlaku.
Transformasi Paradigma di Bantargebang
Zulhas menekankan bahwa nasib TPST Bantargebang di Bekasi sudah di ujung tanduk jika pola pengelolaan sampah tidak segera diubah. Pasalnya, penutupan lahan pembuangan tersebut tinggal menunggu waktu seiring dengan pengetatan aturan lingkungan. “Kita harus mengikuti apa yang diarahkan Gubernur. Sistem pembuangan terbuka sudah dilarang. Bantargebang nantinya akan ditutup, tidak boleh lagi beroperasi dengan cara lama,” tegas Zulhas di hadapan para awak media.
Lebih lanjut, ia memperingatkan adanya konsekuensi hukum bagi daerah yang masih membandel menerapkan sistem pembuangan sampah sembarangan. Menurutnya, undang-undang saat ini sudah mengatur mekanisme penalti bagi wilayah yang gagal mengelola sampahnya di titik hulu. Pendekatan stick and carrot atau penghargaan dan sanksi dianggap menjadi instrumen paling efektif untuk memaksa terjadinya perubahan budaya bersih di masyarakat.
Ancaman Mikroplastik dan Kesehatan Publik
Bukan tanpa alasan Zulhas bersikap tegas. Ia memaparkan bahwa dampak buruk sampah yang tidak terkelola dengan baik telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan. Selain mencemari ekosistem, kehadiran mikroplastik kini menjadi ancaman nyata bagi kesehatan manusia. “Sampah itu dampaknya luar biasa, bisa merusak lingkungan hingga memicu kanker karena kontaminasi mikroplastik. Kita tidak bisa terus-menerus membiarkan kondisi ini tanpa perubahan radikal,” tambahnya.
Instruksi Replikasi Nasional
Melihat kesuksesan Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung, Zulhas tidak ragu menginstruksikan jajaran deputinya untuk segera melakukan studi mendalam guna melakukan replikasi program tersebut ke daerah-daerah lain di Indonesia. Ia memuji ritme kerja Pemprov DKI yang dinilai sangat cepat dalam merespons isu krusial ini.
“Saya sudah meminta tim saya untuk melakukan ‘copy-paste’ terhadap program yang dijalankan Gubernur DKI. Daerah lain tidak perlu lagi membuang waktu untuk berpikir dari nol, cukup tiru saja apa yang sudah berhasil di sini agar percepatan bisa terjadi secara nasional,” ungkap Zulhas dengan penuh keyakinan.
Sebagai langkah konkret, agenda sosialisasi dan implementasi serupa akan segera diperluas ke berbagai wilayah strategis, mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga merambah ke wilayah Sumatera dan pulau-pulau lainnya di seluruh penjuru tanah air. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan standar baru pengelolaan kebersihan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.