Ikuti Kami
kabarmalam.com

Potret Miris Sampah di Kali Gendong Penjaringan, Pramono Anung Soroti Masalah di Bantar Gebang

Husnul | kabarmalam.com
Minggu, 21 Jun 2026 12:04 WIB
Potret Miris Sampah di Kali Gendong Penjaringan, Pramono Anung Soroti Masalah di Bantar Gebang

Kabarmalam.com — Sebuah rekaman video yang memperlihatkan kondisi memprihatinkan di Kali Gendong, Penjaringan, Jakarta Utara, baru-baru ini viral dan memicu keresahan publik. Dalam cuplikan yang beredar luas di media sosial tersebut, aliran sungai tampak nyaris tak terlihat akibat tertutup hamparan tumpukan sampah yang menggunung dan menyumbat area sekitar jembatan.

Ironisnya, video itu juga menangkap aksi tak terpuji beberapa warga yang dengan sengaja melempar bungkusan limbah rumah tangga langsung ke arah sungai saat melintas. Fenomena ini pun memancing respons cepat dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera membenahi karut-marut pengelolaan limbah di kawasan tersebut.

Kendala di Bantar Gebang Jadi Pemicu Utama

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, akhirnya buka suara menanggapi isu yang tengah hangat tersebut. Ia tidak menampik adanya persoalan sampah yang meluap di sejumlah titik. Menurutnya, tersendatnya proses pembersihan di Kali Gendong berakar dari kendala operasional yang sempat terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.

Baca Juga  Mengakhiri Drama Ijazah Tertahan, Basri Baco Sebut Sekolah Swasta Gratis Solusi Permanen Pendidikan Jakarta

“Memang kemarin karena Bantar Gebang sempat ada masalah, jadi di beberapa tempat memang terjadi tumpukan sampah,” ungkap Pramono saat memberikan keterangan kepada wartawan usai agenda pencanangan pedestrian deck Dukuh Atas di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (21/6/2026).

Meskipun kondisi lapangan sempat mengkhawatirkan, Pramono memastikan bahwa langkah-langkah taktis telah diambil secara intensif. Ia mengklaim bahwa ritme pengangkutan sampah mulai berangsur normal dan volume sampah yang mengendap di lapangan kini kian menyusut.

“Tetapi alhamdulillah, sekarang ini penanganannya sudah bisa diatasi hampir di semua daerah yang terjadi penumpukan. Secara perlahan, kondisinya mulai membaik dan mengalami penurunan,” tambahnya dengan nada optimistis.

Target Besar Pengolahan Sampah Jakarta

Bukan perkara mudah mengelola limbah di kota metropolitan seperti Jakarta. Pramono membeberkan fakta teknis bahwa setiap harinya Jakarta memproduksi sekitar 9.000 ton sampah yang idealnya diangkut oleh kurang lebih 1.200 armada truk. Saat ini, intensitas pengangkutan memang belum mencapai kapasitas penuh, namun sudah mendekati angka 1.000 rit pengangkutan per hari.

Baca Juga  Siaga Penuh! GT Cileunyi Pasang Strategi Khusus Hadapi Ledakan Arus Balik Hari Ini

Sebagai solusi jangka panjang, Gubernur Jakarta tersebut menekankan pentingnya budaya pilah sampah dari hulu untuk mengurangi beban pembuangan akhir. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mematok target ambisius pada 1 Agustus mendatang.

“Kami menargetkan per 1 Agustus, yang akan dikirim ke Bantar Gebang hanyalah residunya saja,” tegas Pramono. Strategi ini diharapkan mampu mengurangi beban TPST secara signifikan melalui proses pemilahan yang lebih ketat, sehingga insiden penumpukan di Kali Gendong maupun wilayah lainnya tidak lagi menjadi pemandangan harian bagi warga Jakarta.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul