Ikuti Kami
kabarmalam.com

Tragedi di Selat Alas: Misteri Aksi Nekat Masnah Lompat dari KMP Belida dan Pencarian yang Masih Berlanjut

Husnul | kabarmalam.com
Minggu, 21 Jun 2026 21:04 WIB
Tragedi di Selat Alas: Misteri Aksi Nekat Masnah Lompat dari KMP Belida dan Pencarian yang Masih Berlanjut

Kabarmalam.com — Sebuah insiden memilukan mengguncang ketenangan pelayaran di perairan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat. Seorang perempuan bernama Masnah dilaporkan hilang secara misterius setelah melakukan aksi nekat melompat dari atas Kapal Motor Penumpang (KMP) Belida di tengah perjalanan menuju Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur.

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (20/6) malam ini menyisakan tanda tanya besar sekaligus memicu operasi penyelamatan skala besar. Hingga saat ini, nasib Masnah masih belum diketahui, sementara tim penyelamat terus berpacu dengan waktu di tengah luasnya lautan.

Kronologi Kejadian di Tengah Laut

Menurut informasi yang dihimpun, Masnah tengah berada di atas KMP Belida yang sedang berlayar membelah ombak dari Poto Tano menuju Kayangan. Namun, suasana tenang di atas kapal seketika berubah menjadi kepanikan saat korban diketahui melompat ke laut. Koordinator Pos SAR Kayangan, Muhammad Darwis, mengonfirmasi bahwa pihaknya segera bergerak sesaat setelah menerima laporan resmi pada Minggu (21/6) dini hari.

Baca Juga  Tragedi Erupsi Gunung Dukono: Dua Pendaki Asal Singapura Ditemukan Meninggal Dunia

“Kami telah mengerahkan Tim Rescue dari Pos SAR Kayangan segera setelah menerima laporan untuk melakukan koordinasi dan memulai proses pencarian korban di titik koordinat yang telah ditentukan,” ujar Darwis dalam keterangan resminya kepada awak media.

Upaya Kru Kapal dan Prosedur Darurat

Sebelum tim SAR tiba di lokasi kejadian, kru KMP Belida sebenarnya telah berupaya melakukan tindakan penyelamatan darurat. Sesuai prosedur keselamatan pelayaran, nakhoda kapal langsung memutar kemudi dan melakukan manuver melingkar di sekitar titik jatuhnya korban. Harapannya, korban masih dapat terlihat di permukaan air dan segera dievakuasi.

Sayangnya, upaya awal tersebut tidak membuahkan hasil. Sosok Masnah seolah tertelan oleh kegelapan malam dan ombak perairan Sumbawa Barat yang sulit diprediksi. Kondisi ini memaksa pencarian dilanjutkan ke tahap yang lebih intensif melibatkan otoritas terkait.

Baca Juga  Mengembalikan Aliran Sungai Cibanten: Sinergi Pemerintah dan Relawan Angkut 15 Ton Sampah di Kota Serang

Perluasan Radius Pencarian

Memasuki hari kedua operasi penyelamatan, tim SAR gabungan memutuskan untuk memperluas radius penyisiran. Langkah ini diambil guna mengantisipasi pergerakan korban yang mungkin terbawa arus laut yang cukup kuat di wilayah tersebut.

  • Penyisiran menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Basarnas.
  • Penyisiran dimulai dari Pelabuhan Laut Labuan Lombok mengarah ke sisi selatan.
  • Melibatkan koordinasi dengan nelayan setempat dan kapal-kapal yang melintas di jalur tersebut.

Masyarakat dan pengguna jasa penyeberangan diharapkan tetap waspada dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan keamanan selama melakukan perjalanan laut di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul