Mengembalikan Aliran Sungai Cibanten: Sinergi Pemerintah dan Relawan Angkut 15 Ton Sampah di Kota Serang
Minggu, 07 Jun 2026 00:03 WIB
Kabarmalam.com — Wajah Sungai Cibanten di wilayah Kelurahan Unyur, Kota Serang, kini perlahan mulai kembali asri. Setelah sempat tercekik oleh tumpukan limbah yang menggunung, sebuah aksi kolaborasi besar-besaran berhasil mengevakuasi tak kurang dari 15 ton sampah yang menyumbat aliran sungai bersejarah ini.
Operasi pembersihan skala besar ini berlangsung selama dua hari penuh, melibatkan sinergi kuat antara Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWS C3). Tak hanya dari unsur pemerintah, napas perjuangan lingkungan ini juga diperkuat oleh dedikasi para relawan dari Komunitas Peduli Sungai Banten serta anggota Pramuka yang terjun langsung ke lapangan.
Lautan Sampah Plastik yang Menghambat Aliran
Sebelum aksi bersih-bersih ini dilakukan, kondisi Sungai Cibanten di titik tersebut sangat memprihatinkan. Hamparan sampah yang didominasi oleh limbah rumah tangga seperti plastik dan styrofoam tampak menutupi permukaan air. Penyebab utamanya adalah sebuah pohon tumbang yang melintang di tengah sungai, yang kemudian menjadi ‘perangkap’ bagi sampah-sampah yang terbawa arus.
Kondisi ini dibiarkan selama lebih dari sepekan hingga membentuk gundukan padat yang menghentikan kelancaran arus air. Lulu Jamaludin, Ketua Komunitas Peduli Sungai Banten, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam proses evakuasi ini adalah aksesibilitas medan.
“Lokasi penumpukan berada di titik yang sulit dijangkau oleh kendaraan berat. Oleh karena itu, tim harus bekerja ekstra untuk mengurai sampah secara manual dan memindahkannya secara bertahap ke area yang lebih terbuka sebelum akhirnya bisa diangkut ke daratan,” jelas Lulu di sela-sela kegiatan.
Mobilisasi 15 Ton Menuju TPA Cilowong
Kerja keras tim gabungan akhirnya membuahkan hasil nyata. Total sekitar 15 ton material sampah, yang terdiri dari plastik, ranting pohon, hingga potongan bambu, berhasil diangkat. Seluruh limbah tersebut kemudian dikirim menuju TPA Cilowong menggunakan armada dump truck.
“Proses pengangkutan dilakukan dalam lima ritase perjalanan. Setiap truk membawa beban kurang lebih tiga ton untuk memastikan area sungai benar-benar bersih dari sumbatan material berbahaya,” tambahnya.
Edukasi dan Mitigasi Banjir
Di sisi lain, Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan, menekankan bahwa aksi ini bukan sekadar tentang mengangkat kotoran dari sungai, melainkan sebuah pesan edukasi bagi warga sekitar. Ia menyoroti pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga.
“Kami turun ke lapangan bersama BPBD, relawan, dan adik-adik Pramuka bukan hanya untuk bekerja, tetapi untuk memberi contoh nyata. Kami sangat menghimbau masyarakat agar berhenti menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah,” tegas Arlan.
Arlan memperingatkan bahwa kebiasaan membuang sampah sembarangan ke aliran sungai adalah bom waktu yang bisa memicu bencana banjir, terutama saat intensitas hujan mulai meningkat. Penumpukan sampah menyebabkan pendangkalan dan penyempitan badan sungai, yang pada akhirnya akan merugikan masyarakat luas.
Ajakan untuk Aktif Melapor
Pemerintah Provinsi Banten juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan lingkungan. Jika warga menemukan titik-titik penumpukan sampah yang berpotensi menyumbat aliran air, mereka diharapkan segera melapor melalui struktur pemerintahan terkecil mulai dari RT, kelurahan, hingga tingkat kota atau provinsi.
“Jangan menunggu hingga banjir datang. Mari kita jaga bersama kebersihan sungai kita. Jika ada kendala terkait kebersihan lingkungan, segera komunikasikan agar dapat kita tangani bersama secara cepat dan tepat,” pungkas Arlan.
Dengan tuntasnya pengangkutan 15 ton sampah ini, diharapkan aliran Sungai Cibanten dapat kembali berfungsi optimal sebagai sistem drainase alami Kota Serang, sekaligus menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya menjaga ekosistem perairan tetap lestari.