Ikuti Kami
kabarmalam.com

Tragedi Berdarah di Mozambik: Uskup Osorio Citora Afonso Tewas Ditembak dalam Kondisi Misterius

Husnul | kabarmalam.com
Minggu, 07 Jun 2026 01:34 WIB
Tragedi Berdarah di Mozambik: Uskup Osorio Citora Afonso Tewas Ditembak dalam Kondisi Misterius

Kabarmalam.com — Kabar duka menyelimuti Gereja Katolik dunia setelah Uskup Osorio Citora Afonso, tokoh rohani penting di Mozambik, ditemukan tewas mengenaskan akibat luka tembak di kediamannya. Insiden mematikan yang menimpa rohaniwan pilihan Paus Leo XIV ini memicu gelombang keprihatinan internasional dan menyisakan banyak tanda tanya besar mengenai motif di baliknya.

Peristiwa tragis ini terjadi di wilayah Quelimane, bagian tengah Mozambik. Berdasarkan keterangan resmi dari otoritas keamanan setempat pada Sabtu (6/6/2026), Uskup Afonso yang berusia 54 tahun ditemukan bersimbah darah dengan luka tembak di bagian dada. Maximino Amilcar, juru bicara biro investigasi kriminal, mengungkapkan kepada para jurnalis bahwa korban diduga kuat tewas akibat terjangan satu butir peluru.

Baca Juga  Sakit Hati Ditolak Hubungan Badan, Kakek di Batu Bara Tega Habisi Nyawa Selingkuhan di Kamar Hotel

Penyelidikan Intensif di Tengah Kabut Misteri

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih belum bisa memberikan rincian lebih lanjut mengenai pelaku maupun kronologi pasti kejadian tersebut. Amilcar menegaskan bahwa pihaknya mengategorikan peristiwa ini sebagai aksi pembunuhan dengan senjata api yang dilakukan dalam kondisi yang sangat misterius. Penjagaan ketat pun terlihat di sekitar kediaman rohaniwan senior tersebut saat tim forensik melakukan olah TKP.

Konferensi Episkopal Mozambik menyatakan keterkejutan mereka atas hilangnya nyawa sang uskup secara mendadak. Dalam pernyataan resminya, mereka menekankan bahwa kematian Afonso terjadi dalam “keadaan misterius” yang memerlukan penjelasan transparan dan tuntas dari pihak berwenang.

Kehilangan Besar Bagi Umat Katolik Mozambik

Presiden Mozambik, Daniel Chapo, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi ini. Ia menyebut wafatnya Uskup Afonso sebagai kehilangan yang tidak tergantikan bagi bangsa. Perlu diketahui bahwa sekitar seperempat populasi negara bekas koloni Portugal ini memeluk agama Katolik, sehingga pengaruh kepemimpinan rohani seperti Afonso sangatlah signifikan bagi stabilitas sosial dan spiritual masyarakat.

Baca Juga  Tragedi di Balik Hujan Deras, Wanita di Bogor Tewas Tertimpa Tebing Longsor Saat ke Warung

Uskup Osorio Citora Afonso merupakan sosok yang memiliki dedikasi tinggi. Sebelum menetap di tanah kelahirannya, ia sempat menjalankan tugas kegembalaan di Republik Demokratik Kongo dan Italia. Karir gerejaninya melonjak saat ia diangkat menjadi uskup pembantu di Maputo pada tahun 2023. Pada Juli 2025, Paus Leo XIV memindahkannya untuk memimpin Keuskupan Quelimane, sebuah tanggung jawab besar yang ia emban hingga akhir hayatnya.

Isu Keamanan dan Tantangan Gereja

Kematian tragis ini kembali mengangkat isu mengenai keamanan gereja dan para tokoh agama di wilayah-wilayah konflik maupun daerah dengan tingkat kriminalitas tinggi. Masyarakat internasional kini menanti langkah tegas pemerintah Mozambik dalam mengusut tuntas kasus ini agar keadilan bagi sang uskup dapat ditegakkan.

Baca Juga  Tragedi Stasiun Bekasi Timur: Kepergian Nurlela, Sosok Guru SD Berdedikasi yang Meninggalkan Duka Mendalam bagi Jakarta

Dunia Katolik kini bersatu dalam doa, mengenang jasa dan pengabdian Uskup Afonso yang selama ini dikenal sebagai sosok rendah hati yang vokal dalam menyuarakan perdamaian. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam tidak hanya bagi keluarga dan rekan sejawat, tetapi juga bagi seluruh umat yang ia layani dengan sepenuh hati.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul