Strategi Jitu BULOG Amankan Pasokan Beras Nasional: SPHP dan Bantuan Pangan Terus Digelontorkan
Sabtu, 06 Jun 2026 22:34 WIB
Kabarmalam.com — Di tengah dinamika ekonomi yang menuntut kesiapsiagaan tinggi, Perum BULOG terus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional. Langkah strategis diambil dengan mempercepat distribusi Bantuan Pangan Beras dan mengintensifkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke berbagai penjuru tanah air. Upaya ini dilakukan demi memastikan akses masyarakat terhadap pangan tetap terjaga dengan harga yang kompetitif.
Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai instrumen taktis untuk meredam potensi gejolak harga di lapangan. Fokus utama saat ini adalah memastikan distribusi pangan berjalan tanpa hambatan, terutama menyasar pasar-pasar rakyat yang menjadi urat nadi ekonomi masyarakat kecil.
Cadangan Beras Nasional Capai 5,3 Juta Ton
Memasuki awal Juni 2026, BULOG mencatatkan posisi stok yang sangat aman. Berdasarkan data terbaru, cadangan beras yang dikelola perusahaan pelat merah ini menyentuh angka 5,3 juta ton. Jumlah tersebut dinilai lebih dari cukup untuk mengawal kebijakan stabilitas pangan di seluruh wilayah Indonesia.
“Stok yang kami kelola saat ini sangat memadai. Cadangan ini disiapkan untuk mendukung penuh program bantuan pangan, penyaluran SPHP, serta berbagai intervensi darurat lainnya guna menjaga keseimbangan pasar,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani dalam pernyataan resminya pada Sabtu (6/6/2026).
Realisasi Bantuan Pangan Hampir Menyentuh 60 Persen
Hingga pekan pertama Juni 2026, progres penyaluran bantuan pangan beras menunjukkan tren positif. Dari target 33,2 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP), hampir 60 persen atau sekitar 20 juta keluarga telah menerima manfaatnya. Pemerintah optimis seluruh target penyaluran akan tuntas sebelum berakhirnya bulan Juni ini.
Selain meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat, percepatan ini diyakini mampu memperkuat daya beli masyarakat di tingkat akar rumput. Di sisi lain, BULOG juga telah menggelontorkan sekitar 315 ribu ton beras SPHP melalui berbagai kanal resmi, mulai dari pasar tradisional, kios pangan, hingga jaringan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Sinergi Menjaga Stabilitas Harga
Menurut Ahmad Rizal, beras SPHP merupakan instrumen strategis bagi pemerintah untuk memberikan alternatif pangan berkualitas dengan harga terjangkau. Kehadirannya di tengah masyarakat diharapkan menjadi penyeimbang saat terjadi fluktuasi harga di pasar komersial.
“Kami berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan distribusi beras SPHP agar manfaatnya dirasakan secara merata oleh masyarakat luas. Dengan stok yang kuat dan rantai distribusi yang kian solid, masyarakat tidak perlu merasa khawatir mengenai ketersediaan beras di pasaran,” tambahnya.
Sebagai penutup, BULOG mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong (panic buying). Sinergi antara BULOG, Badan Pangan Nasional, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat guna memastikan harga beras tetap stabil dan kebutuhan dasar rakyat Indonesia terpenuhi secara berkesinambungan.