Strategi BULOG Amankan Pasokan Beras SPHP: Pastikan Harga Tetap Ramah Kantong Rakyat
Senin, 18 Mei 2026 21:04 WIB
Kabarmalam.com — Di tengah dinamika ekonomi yang fluktuatif, menjaga kestabilan isi dompet masyarakat menjadi prioritas utama. Perusahaan Umum (Perum) BULOG kembali menegaskan komitmennya untuk berdiri di garis depan dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Melalui program Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), BULOG memastikan ketersediaan komoditas pokok ini tetap merata dengan harga yang sangat terjangkau.
Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, secara gamblang menyatakan bahwa pihaknya terus memelototi pergerakan harga di lapangan. Ia menjamin bahwa harga beras medium SPHP di berbagai pelosok tanah air masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah dipatok oleh pemerintah. Langkah ini diambil guna meredam gejolak harga yang seringkali mencekik daya beli masyarakat kecil.
Distribusi Masif Melalui Berbagai Lini
Tidak hanya sekadar wacana, Ahmad Rizal menekankan bahwa penyaluran beras SPHP dilakukan secara agresif dan tepat sasaran. Strategi distribusi ini mencakup berbagai kanal, mulai dari pasar-pasar rakyat, jaringan Rumah Pangan Kita (RPK), koperasi, hingga Gerakan Pangan Murah yang rutin digelar di daerah-daerah strategis.
“BULOG hadir untuk memastikan setiap warga memiliki akses terhadap pangan pokok dengan harga yang wajar. Kami bergerak secara masif agar tidak ada celah bagi lonjakan harga yang tidak terkendali,” ungkapnya dalam sebuah keterangan resmi yang diterima pada Senin (18/5/2026).
Capaian Distribusi dan Penguatan Cadangan Pangan
Hingga saat ini, catatan BULOG menunjukkan angka distribusi yang cukup impresif. Sebanyak 240 ribu ton beras SPHP telah digelontorkan ke berbagai wilayah di Indonesia. Langkah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari instrumen pemerintah untuk menekan inflasi dan menjaga ketahanan pangan secara menyeluruh.
Optimalisasi penyaluran ini juga merupakan upaya nyata agar cadangan pangan pemerintah (CPP) dapat dimanfaatkan secara efektif. Dengan demikian, intervensi pasar dapat dilakukan seketika jika terjadi anomali harga di tingkat pedagang.
Sinergi Lintas Sektoral demi Konsumen
Keberhasilan menjaga harga komoditas pangan ini tentu tidak lepas dari kolaborasi yang apik. BULOG terus memperkuat koordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Pemerintah Daerah, hingga Satgas Pangan untuk memantau rantai distribusi. Pengawasan ketat dilakukan mulai dari tingkat distributor hingga ke tangan konsumen akhir untuk mencegah praktik spekulasi yang merugikan.
Dengan dedikasi sebagai operator pangan negara, BULOG terus berupaya memastikan bahwa ketersediaan beras di pasar bukan hanya soal angka di atas kertas, melainkan wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin kesejahteraan rakyat melalui pangan yang murah dan berkualitas.