Inspirasi UMKM: Kisah Serundeng Krispi ‘Dirasa’ yang Mendunia Berkat Pendampingan BRI
Jumat, 29 Mei 2026 23:04 WIB
Kabarmalam.com — Di sebuah sudut Jakarta Barat, tepatnya di sebuah rumah berkelir putih yang nampak sibuk di sore hari, geliat ekonomi kreatif terus berdenyut. Rumah tersebut merupakan Rumah BUMN BRI, sebuah kawah candradimuka bagi para pelaku pelatihan UMKM untuk mengasah taji di pasar yang makin kompetitif. Di sanalah Dian, perempuan visioner di balik merek dagang ‘Dirasa’, menceritakan perjalanan panjangnya mengubah kudapan tradisional menjadi komoditas internasional.
Dian bukanlah pemain baru dalam dunia kerja. Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia kuliner, ia menghabiskan hampir dua dekade sebagai pekerja kantoran, termasuk menyelami kerasnya dunia marketing asuransi. Bekal pengalaman puluhan tahun itulah yang ia padukan dengan latar belakang pendidikan kejuruan untuk membangun ‘Dirasa’. Dari 20 jenis produk yang ia tawarkan, ada satu primadona yang sukses mencuri perhatian pasar: Serundeng Krispi.
Inovasi Produk yang Menembus Pasar Global
Memilih serundeng krispi bukanlah tanpa alasan. Dian melihat celah pasar yang unik di mana pesaingnya masih tergolong minim. Strategi ini membuahkan hasil manis. Berawal dari pasar lokal, produk ‘Dirasa’ kini sudah mencicipi pasar ekspor hingga ke Eropa dan Abu Dhabi.
“Serundeng krispi ini mungkin satu-satunya di Indonesia. Saya melihat potensinya besar karena unik dan minim saingan. Alhamdulillah, produk saya lolos kurasi oleh buyer dari Abu Dhabi bahkan sudah mendapatkan repeat order dari Eropa,” tutur Dian bangga sembari memperlihatkan dokumentasi produknya saat dipamerkan di kancah mancanegara.
Saran Strategis dari Sandiaga Uno
Perjalanan Dian tak lepas dari momen-momen krusial yang mengubah arah bisnisnya. Salah satunya adalah pertemuan dengan Sandiaga Uno. Mantan Wakil Gubernur Jakarta tersebut tidak hanya memuji cita rasa serundeng krispinya, tetapi juga memberikan kritik membangun terkait strategi branding melalui kemasan.
Dian mengenang, saat itu kemasan produknya masih menggunakan plastik bening transparan yang terkesan amatir. Mengikuti masukan tersebut, ia melakukan perombakan total pada packaging-nya. Hasilnya? Citra produk ‘Dirasa’ naik kelas secara instan. Menariknya, transisi kemasan ini didukung penuh oleh BRI yang memberikan bantuan 500 bungkus kemasan baru di tahap awal, sebuah suntikan semangat yang membuat usahanya semakin kencang berlari.
Transformasi Digital dan Manajemen Keuangan Lewat QRIS
Selain soal kemasan, Dian juga menekankan pentingnya digitalisasi keuangan bagi pelaku usaha mikro. Bergabung dengan Rumah BUMN BRI membukakan pintunya terhadap teknologi pembayaran modern. Ia mulai menerapkan QRIS untuk setiap transaksi penjualannya.
“Dengan QRIS, catatan keuangan saya jadi lebih teratur. Pemasukan dari jualan tidak lagi tercampur dengan uang pribadi. Ini sangat membantu saya dalam mengelola arus kas bisnis,” jelas Dian. Ia telah menjadi anggota aktif di Rumah BUMN BRI selama dua tahun, secara rutin mengikuti berbagai kelas mulai dari manajemen keuangan hingga teknik pemasaran digital.
Komitmen Mendampingi UMKM Naik Kelas
Keberhasilan Dian adalah cerminan dari misi besar yang diusung oleh Rumah BUMN BRI. Jajang Rohmana, Koordinator Rumah BUMN Jakarta, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk mempertajam skill kewirausahaan para pelaku usaha melalui pendampingan berkelanjutan.
“Kami tidak hanya memberikan akses permodalan, tapi juga memperluas jejaring pasar dan pendampingan digital. Setiap senyum dari pelaku UMKM yang berhasil naik kelas adalah energi bagi kami untuk terus bergerak,” pungkas Jajang.
Kisah Dian dan Serundeng Krispi ‘Dirasa’ menjadi bukti nyata bahwa dengan kemauan untuk terus belajar dan dukungan ekosistem yang tepat, produk lokal bukan hanya bisa bertahan, tapi juga mampu bersinar di panggung dunia.