Tensi Global Memanas: Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Setelah Sempat Dibuka Singkat
Sabtu, 18 Apr 2026 17:34 WIB
Kabarmalam.com — Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali mencapai titik didih setelah militer Iran mengumumkan penutupan kembali jalur vital Selat Hormuz pada Sabtu (18/4). Langkah drastis ini diambil hanya berselang beberapa jam setelah Teheran sempat memberikan angin segar dengan membuka akses bagi kapal-kapal komersial.
Keputusan mendadak ini memicu kekhawatiran baru di pasar energi dunia. Padahal, sesaat sebelum penutupan kembali dilakukan, lebih dari selusin kapal kargo sempat memanfaatkan celah waktu tersebut untuk melintasi jalur air paling strategis di dunia itu. Namun, optimisme tersebut sirna ketika komando militer pusat Iran mengeluarkan pernyataan resmi melalui televisi nasional yang menegaskan bahwa kontrol ketat kembali diberlakukan.
Tuduhan Pelanggaran Janji oleh Amerika Serikat
Pihak Iran berdalih bahwa penutupan kembali ini merupakan reaksi atas tindakan Washington yang dianggap melanggar kesepakatan. Teheran menuduh Amerika Serikat tetap melanjutkan blokade angkatan laut terhadap armada kapal yang hendak menuju maupun berangkat dari pelabuhan-pelabuhan Iran.
“Hingga Amerika Serikat memulihkan kebebasan bergerak bagi seluruh kapal yang berkunjung ke Iran, maka situasi di Selat Hormuz akan tetap berada di bawah kendali ketat kami,” tegas komando militer Iran sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita AFP. Pernyataan ini mempertegas bahwa Selat Hormuz kini menjadi daya tawar utama Iran dalam menghadapi tekanan ekonomi dari Barat.
Sikap Keras Donald Trump dan Nasib Gencatan Senjata
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru menunjukkan sikap yang tidak kalah keras. Trump menyatakan rencananya untuk tetap mempertahankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran apabila sebuah kesepakatan damai yang komprehensif gagal tercapai dalam waktu dekat.
Krisis ini semakin meruncing mengingat masa gencatan senjata antara Teheran dan Washington dijadwalkan akan berakhir pada hari Rabu mendatang. Ketika ditanya mengenai kemungkinan perpanjangan waktu, Trump memberikan jawaban yang pesimistis. “Mungkin saya tidak akan memperpanjangnya, tetapi blokade akan tetap berlaku,” ujar Trump kepada wartawan di sela-sela kegiatannya, Sabtu (18/4/2026).
Diplomasi yang Buntu di Pakistan
Meskipun suasana memanas, Trump sempat melontarkan keyakinan kecil bahwa kesepakatan damai mungkin saja terjadi. Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Sebelumnya, pembicaraan tingkat tinggi yang digelar di Pakistan berakhir tanpa hasil yang signifikan karena adanya perbedaan tuntutan yang tajam antara kedua negara.
Salah satu poin krusial yang menjadi perdebatan adalah usulan Iran mengenai pengenaan tarif bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Terkait hal ini, Trump menegaskan bahwa tidak akan ada pungutan biaya apa pun bagi kapal yang melintas, sebuah posisi yang juga didukung kuat oleh Uni Eropa.
Kini, dunia hanya bisa memantau dengan cermat perkembangan di Selat Hormuz. Sebagai jalur utama bagi sepertiga pengiriman minyak mentah dunia lewat laut, penutupan jalur ini bukan hanya masalah keamanan regional, melainkan ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi global yang sedang rapuh.