Akselerasi Keselamatan Publik, Menko AHY Prioritaskan Pembenahan 76 Perlintasan Sebidang di Jawa dan Sumatera
Rabu, 13 Mei 2026 00:35 WIB
Kabarmalam.com — Isu keselamatan transportasi kembali menjadi prioritas utama pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Menko Infrastruktur dan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), baru-baru ini memaparkan langkah strategis pemerintah dalam merespons tingginya risiko kecelakaan di jalur kereta api, menyusul evaluasi mendalam atas insiden tragis yang terjadi di kawasan Bekasi Timur.
Dalam keterangannya usai menghadiri rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan pada Selasa (12/5/2026), AHY mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi setidaknya 76 titik perlintasan sebidang yang tersebar di wilayah Jawa dan sebagian Sumatera. Puluhan titik tersebut dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi dan memerlukan penanganan infrastruktur segera guna menjamin keselamatan pengguna jalan maupun operasional kereta api.
Solusi Infrastruktur: Flyover hingga Underpass
Langkah konkret yang akan diambil pemerintah bukan sekadar formalitas. AHY menegaskan bahwa pembangunan fisik berupa flyover dan underpass menjadi solusi permanen yang sedang digodok. Hal ini bertujuan untuk memutus persinggungan langsung antara arus kendaraan darat dengan lintasan kereta yang selama ini kerap memicu kecelakaan fatal.
“Setelah proses identifikasi yang ketat, ada kurang lebih 76 perlintasan sebidang di Jawa dan Sumatera yang butuh segera dilakukan pembangunan, baik itu berupa palang pintu yang lebih memadai, flyover, maupun underpass,” ujar AHY dengan nada tegas. Fokus pembenahan infrastruktur ini diharapkan mampu menekan angka fatalitas di perlintasan kereta yang selama ini menjadi titik lemah dalam sistem transportasi nasional.
Penertiban Perlintasan Ilegal dan Modernisasi Sistem
Selain pembangunan jembatan layang dan terowongan, pemerintah juga mengambil langkah berani dengan menutup perlintasan-perlintasan ilegal. Titik-titik liar yang tidak memiliki pengamanan resmi namun sering digunakan warga akan segera dievaluasi dan ditutup demi alasan keamanan. AHY memastikan bahwa aspek keselamatan tidak bisa ditawar lagi.
Sejalan dengan itu, modernisasi teknologi juga menjadi bagian dari paket kebijakan ini. Menko Infrastruktur menyatakan bahwa pembenahan sistem persinyalan akan terus dilakukan. Transformasi ke arah teknologi transportasi publik yang lebih modern dianggap sebagai kunci utama dalam menciptakan ekosistem perjalanan yang aman dan efisien.
Keselamatan sebagai Motor Ekonomi
Bagi AHY, pembenahan perlintasan sebidang bukan hanya soal teknis keselamatan, melainkan juga tentang menjaga denyut ekonomi nasional. Konektivitas antarwilayah yang lancar tanpa kendala kecelakaan atau hambatan lalu lintas di perlintasan akan memberikan dampak positif bagi distribusi logistik dan mobilitas masyarakat.
“Semangat utamanya adalah keselamatan dalam transportasi publik. Jika aspek keamanan ini sudah terjamin, maka konektivitas antarwilayah akan berjalan optimal, yang pada akhirnya akan menghadirkan pertumbuhan ekonomi baru serta peluang-peluang besar bagi masyarakat luas,” pungkasnya.