Sudin SDA Jaksel Kebut Perbaikan Jalan Amblas Lenteng Agung, Targetkan Jalur Utama Lancar dalam 3 Hari
Minggu, 31 Mei 2026 00:04 WIB
Kabarmalam.com — Denyut nadi lalu lintas di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, yang sempat tersendat akibat insiden jalan amblas, kini mulai menemukan titik terang. Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Selatan tengah bekerja ekstra keras mengejar target pemulihan jalur utama tersebut agar dapat dilalui kendaraan secara normal dalam waktu dekat.
Target Tiga Hari untuk Kelancaran Lalu Lintas
Kepala Sudin SDA Jakarta Selatan, Santo, mengungkapkan bahwa pihaknya memprioritaskan badan jalan utama agar segera pulih dari hambatan. Targetnya tidak main-main: hanya dalam tiga hari ke depan, kemacetan panjang yang menghantui kawasan Lenteng Agung diharapkan mulai terurai sepenuhnya.
“Untuk badan jalan utamanya, kita kejar selesai dalam tiga hari ini. Fokusnya adalah memastikan arus lalu lintas kembali normal dan tidak ada lagi penumpukan kendaraan yang berarti,” ujar Santo saat meninjau langsung progres pengerjaan di lokasi, Sabtu (30/5/2026).
Teknologi Beton Rigid: Solusi Cepat demi Pengendara
Dalam upaya mempercepat proses perbaikan jalan, tim teknis di lapangan menerapkan teknik betonisasi menggunakan material rigid. Keunggulan utama dari metode ini adalah durasi pengeringannya yang sangat singkat. Hanya butuh waktu sekitar 8 jam setelah pengecoran, permukaan jalan sudah cukup kuat untuk menopang beban kendaraan motor maupun mobil.
Pekerjaan saat ini difokuskan pada area sepanjang 10 meter, mulai dari sisi hulu hingga hilir. Petugas memasang box culvert berukuran besar untuk mengalirkan debit air dari Saluran Penghubung (PHB) UI menuju muara akhirnya di Sungai Ciliwung. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah terjadinya erosi bawah tanah di masa depan yang bisa memicu amblas susulan.
Tantangan Utilitas: Mengapa Butuh Dua Minggu?
Meskipun jalur utama ditargetkan bisa dibuka pada awal pekan depan, Santo menjelaskan bahwa penyelesaian proyek secara menyeluruh atau 100 persen membutuhkan waktu sekitar dua pekan. Kendala utama di lapangan bukanlah kekurangan tenaga kerja, melainkan kerumitan utilitas kabel dan tiang yang tertanam rapat di sisi jalan.
“Pengerjaan di bagian samping jalan tidak bisa menggunakan material pabrikan atau alat berat secara leluasa karena terhalang kabel-kabel utilitas. Kami harus membangun turap batu kali secara manual. Berbeda dengan pemasangan box culvert yang lebih praktis, susunan batu kali membutuhkan ketelitian dan waktu pengerjaan yang lebih panjang,” jelasnya secara mendetail mengenai kendala di Jakarta Selatan tersebut.
Transparansi Anggaran dan Permohonan Maaf
Proyek pemulihan infrastruktur vital ini diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 380 juta. Nilai tersebut sudah mencakup keseluruhan kebutuhan material hingga biaya pengerjaan hingga tuntas. Santo pun menekankan bahwa kualitas hasil akhir menjadi prioritas utama agar jalan tersebut tahan lama.
Menyadari ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama proses pengerjaan, pihak Sudin SDA menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan yang terjebak kemacetan. Kesabaran warga dan pengendara sangat diapresiasi demi terciptanya infrastruktur jalan yang lebih kokoh, aman, dan nyaman bagi mobilitas publik di masa depan.