Mengapa Warga Swedia Sangat Percaya Orang Asing? Menguak Rahasia Kepercayaan Sosial Global
Minggu, 21 Jun 2026 16:34 WIB
Kabarmalam.com — Pernahkah Anda membayangkan tinggal di sebuah lingkungan di mana hampir setiap orang asing yang Anda temui dianggap sebagai sosok yang bisa dipercaya? Bagi masyarakat Swedia, hal ini bukanlah sekadar angan-angan, melainkan realitas sosial yang mendarah daging. Di saat kecurigaan seringkali menjadi tameng pertama di banyak belahan dunia, warga negara Skandinavia ini justru menunjukkan sikap yang sebaliknya.
Berdasarkan laporan mendalam dari Pew Research Center yang dirilis pada penghujung tahun 2025, tingkat kepercayaan sosial atau social trust di kancah global menunjukkan peta yang sangat kontras. Melibatkan 25 negara sebagai subjek penelitian, laporan ini menempatkan Swedia di posisi puncak sebagai negara yang paling menaruh kepercayaan pada orang asing.
Dominasi Swedia dan Kontras Global
Data yang dihimpun menunjukkan angka yang fantastis: sebanyak 83% orang dewasa di Swedia meyakini bahwa pada dasarnya kebanyakan orang dapat dipercaya. Angka ini mencerminkan stabilitas sosial yang luar biasa tinggi. Sebaliknya, kondisi yang bertolak belakang ditemukan di Turki. Negara tersebut menduduki posisi terbawah dengan tingkat kepercayaan hanya sebesar 14%, sebuah jurang perbedaan yang sangat lebar jika dibandingkan dengan Swedia.
Bagaimana dengan Indonesia? Kabar menarik datang dari tanah air. Survei internasional ini mencatat adanya lonjakan optimisme yang signifikan di tengah masyarakat kita. Indonesia mengalami kenaikan tingkat kepercayaan sosial yang cukup tajam, dari yang sebelumnya hanya 41% pada tahun lalu, kini melesat menjadi 53%. Hal ini menandakan bahwa masyarakat Indonesia mulai merasa lebih aman dan terbuka terhadap sesama di ruang publik.
Korelasi Antara Kesejahteraan dan Rasa Percaya
Pertanyaan besarnya adalah, faktor apa yang membuat sebuah bangsa lebih mudah percaya pada orang lain? Tim riset menemukan adanya benang merah yang kuat antara kondisi ekonomi makro suatu negara dengan tingkat kepercayaan warganya. Swedia, sebagai negara berpenghasilan tinggi (high-income country), menjadi bukti nyata dari teori ini.
Secara rata-rata, negara-negara dengan pendapatan per kapita tinggi memiliki tingkat kepercayaan sosial di angka 59%. Angka ini merosot drastis hingga ke level 27% pada negara-negara berpenghasilan menengah. Namun, ada satu anomali yang menarik perhatian: Amerika Serikat. Meskipun menyandang status sebagai negara dengan PDB per kapita tertinggi, tingkat kepercayaan sosial di Negeri Paman Sam justru hampir setara dengan negara berkembang seperti Indonesia.
Pendidikan dan Status Sosial sebagai Penentu
Selain faktor ekonomi nasional, variabel individu juga memegang peranan penting. Di negara-negara maju, individu yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi dan pendapatan yang lebih mapan cenderung memiliki kecenderungan lebih besar untuk mempercayai orang asing. Keamanan finansial dan wawasan yang luas tampaknya memberikan rasa aman yang lebih besar dalam berinteraksi dengan lingkungan luar.
Berikut adalah daftar 10 negara dengan skor tingkat kepercayaan sosial tertinggi di dunia:
- 1. Swedia: 83%
- 2. Belanda: 79%
- 3. Kanada: 73%
- 4. Jerman: 72%
- 5. Australia: 69%
- 6. Jepang: 65%
- 7. Inggris: 64%
- 8. Korea Selatan: 64%
- 9. Spanyol: 57%
- 10. Amerika Serikat: 55%
Fenomena ini membuktikan bahwa kesejahteraan sosial bukan hanya soal angka di atas kertas, melainkan juga tentang bagaimana rasa aman dan kepercayaan antarmanusia dapat tumbuh subur dalam sebuah sistem negara yang stabil.