Ikuti Kami
kabarmalam.com

10 Negara dengan Tingkat Kemarahan Tertinggi di Dunia: Di Mana Posisi Indonesia?

Wahid | kabarmalam.com
Rabu, 10 Jun 2026 17:35 WIB
10 Negara dengan Tingkat Kemarahan Tertinggi di Dunia: Di Mana Posisi Indonesia?

Kabarmalam.com — Di tengah hiruk-pikuk dinamika global yang kian tak menentu, sebuah potret mengejutkan mengenai kondisi emosional penduduk bumi terungkap melalui riset terbaru. Ketidakpastian ekonomi, rentetan konflik bersenjata, hingga instabilitas politik yang berlarut-larut ternyata telah menciptakan luka psikologis yang mendalam bagi jutaan orang di berbagai belahan dunia.

Berdasarkan laporan emosi global yang dirilis oleh Gallup, fenomena kesehatan mental dunia saat ini sedang berada pada titik yang cukup mengkhawatirkan. Statistik menunjukkan bahwa setidaknya satu dari lima orang dewasa di seluruh dunia mengaku merasakan amarah yang meluap tepat sehari sebelum mereka diwawancarai. Survei kolosal ini menjangkau penduduk berusia 15 tahun ke atas di 144 negara, menggunakan metode wawancara mendalam baik secara langsung maupun melalui sambungan telepon.

Dominasi Konflik dan Tekanan Hidup

Hasil penelitian ini mengonfirmasi bahwa amarah bukanlah sekadar luapan emosi sesaat, melainkan representasi dari kondisi sosial yang carut-marut. Negara-negara yang berada di puncak daftar ini umumnya adalah wilayah yang tengah bergelut dengan krisis kemanusiaan hebat. Stres kolektif ini dipicu oleh kemiskinan sistemik dan peperangan yang seolah tak berujung.

Baca Juga  Jangan Salah Kaprah, Ini Perbedaan Nyata Antara Benjolan Gondokan dan Gondongan di Leher

Kabar yang menyejukkan bagi kita, Indonesia sama sekali tidak masuk dalam daftar hitam negara pemarah tersebut. Sebaliknya, Indonesia justru mengukuhkan diri sebagai mercusuar kebahagiaan di tingkat global. Dalam survei yang sama, Indonesia bertengger di peringkat pertama sebagai negara dengan penduduk yang paling gemar tertawa dan tersenyum, dengan persentase mencapai 92 persen. Hanya segelintir kecil, yakni 8 persen, yang merasa jarang tersenyum dalam keseharian mereka.

Chad: Titik Didih Amarah Global

Negara Chad di Afrika Tengah menduduki posisi puncak sebagai wilayah paling emosional. Sebanyak 47 persen responden di negara tersebut melaporkan rasa marah yang intens dalam keseharian mereka. Angka ini mencerminkan bahwa hampir separuh dari populasi Chad hidup di bawah bayang-bayang frustrasi yang akut.

Baca Juga  Melawan Lelah dengan Rehat: Uniknya Kontes Tidur Siang Massal di Jantung Kota Seoul

Kawasan Timur Tengah juga menyumbang angka yang signifikan dalam daftar ini. Konflik global dan tekanan ekonomi yang mencekik menjadi bahan bakar utama yang memicu tingginya tingkat kemarahan di wilayah tersebut. Berikut adalah daftar 10 negara dengan tingkat kemarahan tertinggi berdasarkan data terbaru:

  • Chad: 47 persen
  • Yordania: 46 persen
  • Armenia: 43 persen
  • Irak: 40 persen
  • Sierra Leone: 40 persen
  • Guinea: 39 persen
  • Republik Demokratik Kongo: 38 persen
  • Palestina: 38 persen
  • Iran: 37 persen
  • Maroko: 37 persen

Akar Masalah: Mengapa Mereka Marah?

Melihat daftar di atas, kita dapat menarik benang merah bahwa kemarahan adalah manifestasi dari rasa ketidakberdayaan. Di Republik Demokratik Kongo, misalnya, konflik bersenjata yang berlangsung selama dekade telah memaksa jutaan orang mengungsi ke kamp-kamp darurat yang kumuh, di mana kelaparan dan wabah penyakit menjadi makanan sehari-hari.

Begitu pula dengan Irak dan Palestina. Luka sejarah akibat invasi asing dan pembatasan ruang gerak yang ketat menciptakan tekanan psikologis yang konstan. Ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi esok hari membuat masyarakat di wilayah ini hidup dalam mode bertahan hidup, yang secara alami meningkatkan sensitivitas emosional mereka.

Baca Juga  Sikat Peredaran Produk Berbahaya, BPOM Bongkar Gudang Kosmetik Ilegal Senilai Rp 27 Miliar di Tangerang

Kontras Unik: Vietnam dan Finlandia

Menariknya, tingkat kemarahan rendah tidak selalu berkorelasi langsung dengan gelar negara paling bahagia. Finlandia, yang kerap dinobatkan sebagai negara paling bahagia di dunia, justru berada di posisi kedua dalam hal tingkat kemarahan terendah.

Posisi pertama sebagai negara paling ‘tenang’ justru diraih oleh Vietnam. Hanya 5 persen dari penduduk Vietnam yang mengaku merasakan amarah dalam keseharian mereka. Hal ini menunjukkan adanya pola budaya atau ketahanan mental yang unik dalam menghadapi tantangan hidup tanpa harus meledak dalam amarah.

Fenomena ini mengingatkan kita semua bahwa meskipun tantangan ekonomi dan politik global terus membayangi, kemampuan untuk menjaga kesehatan emosional tetap menjadi aset paling berharga bagi suatu bangsa.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid