Transformasi Layanan Kesehatan Modern, Brawijaya Hospital Hadirkan 4 Center of Excellence Berteknologi Mutakhir
Jumat, 12 Jun 2026 14:05 WIB
Kabarmalam.com — Brawijaya Hospital kembali menegaskan posisinya sebagai pionir dalam industri kesehatan tanah air dengan mempererat sinergi bersama mitra strategis dari sektor asuransi dan korporasi. Melalui gelaran Partner Gathering yang berlangsung khidmat, institusi medis ini memperkenalkan empat pilar layanan unggulan atau Center of Excellence (CoE) yang dirancang untuk memberikan solusi medis terintegrasi dan komprehensif bagi masyarakat.
Langkah strategis ini bukan sekadar seremoni belaka, melainkan sebuah manifestasi dari komitmen Brawijaya Hospital dalam menjawab tantangan kebutuhan medis yang kian kompleks. Empat layanan utama yang menjadi sorotan adalah BraveHeart Center, Orthopedic Center, Jakarta Gynecology Center (JGC), dan Benih IVF Center. Keempatnya didukung oleh jajaran dokter spesialis berpengalaman serta adopsi teknologi medis paling mutakhir di kelasnya.
BraveHeart Center: Menjaga Jantung, Merawat Kehidupan
Dalam pemaparannya, Dr. dr. M. Yamin, Sp.JP(K), Sp.PD, selaku Ketua BraveHeart Center, menjelaskan bahwa unit ini mengusung filosofi penanganan holistik. BraveHeart bukan hanya fokus pada satu organ, melainkan mencakup brain, vascular, and heart. Layanan ini dirancang untuk menangani berbagai kasus mulai dari penyakit jantung koroner, gangguan irama jantung, hingga gagal jantung, baik pada pasien anak-anak maupun dewasa.
“Kami mengedepankan pendekatan multidisiplin yang komprehensif. Mulai dari tindakan pemasangan ring atau stent, operasi bypass, hingga pemasangan alat pacu jantung dan ICD untuk mencegah henti jantung mendadak, semuanya tersedia dengan standar kualitas tinggi,” ujar dr. Yamin dalam acara yang digelar pada Kamis (11/6/2026) tersebut.
Inovasi Minimal Invasif di Orthopedic Center
Sektor kesehatan tulang dan sendi juga menjadi perhatian utama melalui Orthopedic Center. Menurut dr. Nicko Perdana Hardiansyah, Sp.OT, Subsp.OTB, tren pengobatan ortopedi saat ini telah bergeser ke arah tindakan yang lebih aman dan efisien. Teknologi minimal invasif kini mendominasi sekitar 60 hingga 70 persen tindakan medis di pusat layanan ini.
“Dengan sayatan yang minimal, risiko perdarahan berkurang dan masa pemulihan pasien jauh lebih cepat. Rata-rata pasien hanya membutuhkan waktu rawat inap kurang dari dua hari,” ungkap dr. Nicko. Ia juga menyoroti penggunaan endoskopi tulang belakang dan teknologi robotik dalam operasi penggantian sendi sebagai bukti bahwa teknologi medis di Indonesia telah sejajar dengan standar internasional.
Jakarta Gynecology Center: Solusi Terpadu Kesehatan Perempuan
Brawijaya Hospital juga memberikan perhatian khusus pada kesehatan wanita melalui Jakarta Gynecology Center (JGC). Di bawah arahan dr. Firman Santoso, Sp.OG, JGC menangani berbagai kasus kompleks seperti miom, kista, hingga onkologi ginekologi seperti kanker serviks dan rahim. Keunggulan utama JGC terletak pada penggunaan laparoskopi tiga dimensi (3D) yang memungkinkan tindakan presisi tinggi tanpa operasi terbuka.
“Pendekatan kami bersifat multidisiplin. Pasien dengan kasus berat akan ditangani oleh tim yang terdiri dari dokter radiologi hingga bedah digestif secara simultan. Ke depan, kami juga tengah mempersiapkan robotic surgery untuk meningkatkan akurasi tindakan,” tambah dr. Firman.
Benih IVF Center: Harapan Baru Melalui Teknologi Fertilitas
Bagi pasangan yang mendambakan buah hati, Benih IVF Center hadir sebagai oase harapan. Mengusung konsep one stop service, pusat fertilitas ini menawarkan program bayi tabung (IVF) dengan dukungan teknologi PGT-E untuk pemeriksaan genetik embrio. Dr. M. Haekal, Sp.OG, Subsp.FER, menjelaskan bahwa keberhasilan program di Benih IVF Center telah mencapai angka 45-50 persen, jauh di atas rata-rata nasional.
Menariknya, pusat layanan ini juga berkolaborasi dengan Prof. Robert Fischer dari Hamburg Fertility Center, Jerman, guna memastikan standar layanan yang diberikan setara dengan klinik fertilitas mancanegara. Dr. Haekal mengingatkan pentingnya faktor usia dalam keberhasilan program kehamilan, di mana tindakan yang lebih dini akan memberikan peluang yang lebih besar.
Melalui penguatan kolaborasi dengan para mitra ini, Brawijaya Hospital berharap akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang canggih dan terintegrasi dapat semakin terbuka lebar, sekaligus memperkokoh posisi rumah sakit ini sebagai pusat rujukan medis terpercaya di Indonesia.