Kondisi Memburuk, Putri Mahkota Mette-Marit dari Norwegia Kini Menanti Transplantasi Paru-paru
Jumat, 12 Jun 2026 08:34 WIB
Kabarmalam.com — Kabar memprihatinkan menyelimuti Istana Kerajaan Norwegia. Sang Putri Mahkota, Mette-Marit, kini dilaporkan tengah berada dalam daftar tunggu untuk menjalani operasi transplantasi paru-paru. Langkah medis besar ini harus diambil setelah kondisi kesehatannya akibat penyakit langka yang dideritanya selama beberapa tahun terakhir memasuki fase yang sangat serius.
Perempuan berusia 52 tahun ini terpaksa menanggalkan seluruh tugas resminya untuk sementara waktu. Keputusan ini diambil agar ia bisa fokus mempersiapkan diri menghadapi prosedur operasi yang kompleks, sembari menunggu ketersediaan donor yang sesuai dengan kondisi tubuhnya.
Perjuangan Melawan Fibrosis Paru Kronis
Kisah perjuangan kesehatan Mette-Marit sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2018. Kala itu, ia didiagnosis menderita bentuk langka dari fibrosis paru. Penyakit ini menyerang organ pernapasan dengan cara membentuk jaringan parut yang membuat paru-paru kehilangan elastisitasnya. Akibatnya, paru-paru menjadi kaku, sehingga penderitanya akan merasakan sesak napas yang hebat karena oksigen sulit menembus aliran darah.
Dalam sebuah wawancara jujur dengan penyiar publik NRK pada Desember lalu, sang Putri sempat mencurahkan isi hatinya. Ia mengakui bahwa perkembangan masalah kesehatan tersebut berjalan jauh lebih cepat dari yang ia perkirakan sebelumnya. Kondisi fisik yang menurun drastis ini memaksa Mette-Marit merelakan hobi favoritnya, seperti mendaki gunung dan bermain ski, yang kini hanya menjadi kenangan.
Penurunan Drastis dalam Waktu Singkat
Profesor Are Holm, seorang spesialis paru dari Oslo University Hospital yang mewakili tim medis kerajaan, mengungkapkan fakta yang cukup mengkhawatirkan. Dalam kurun waktu enam bulan terakhir, fungsi pernapasan sang Putri mengalami penurunan yang sangat signifikan. Pengamatan medis menunjukkan adanya lonjakan jaringan parut yang masif pada paru-parunya.
“Tes fungsi paru-paru memperlihatkan penurunan drastis hanya dalam tiga bulan terakhir,” ungkap Holm dalam sebuah konferensi pers. Mengingat risiko yang kian membahayakan nyawa, tim medis akhirnya memutuskan bahwa menempatkan Mette-Marit dalam daftar tunggu transplantasi organ adalah pilihan yang tidak bisa ditunda lagi.
Transplantasi Sebagai Upaya Terakhir
Dunia kedokteran memandang transplantasi paru-paru sebagai jalan keluar terakhir. Prosedur ini biasanya hanya diperuntukkan bagi pasien dengan kondisi yang sangat kritis dan memiliki harapan hidup yang terbatas jika tidak segera ditangani. Namun, ada paradoks medis yang harus dihadapi: pasien harus cukup kuat secara fisik untuk bertahan dalam operasi besar, namun cukup sakit untuk memenuhi kriteria penerima donor.
Kini, publik Norwegia dan dunia internasional tengah menantikan kabar baik terkait pencarian donor yang cocok. Keberhasilan prosedur ini nantinya tidak hanya bergantung pada kecocokan organ, tetapi juga pada bagaimana tubuh sang Putri menerima organ baru tersebut tanpa adanya penolakan sistem imun. Kesehatan internasional kini menyoroti kasus ini sebagai pengingat akan bahaya laten fibrosis paru yang hingga kini masih sulit disembuhkan secara total.