Rahasia ‘Jiwa Adem’ ala Gusti Bhre: Menemukan Ketenangan Lewat Mindfulness dan Olah Napas
Selasa, 05 Mei 2026 07:34 WIB
Kabarmalam.com — Menjaga stabilitas emosi di tengah gempuran aktivitas sehari-hari bukanlah perkara mudah. Hal inilah yang menjadi perhatian Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara X, atau yang akrab disapa Gusti Bhre. Sosok bangsawan muda asal Solo ini berbagi pandangan inspiratif mengenai pentingnya menjaga agar jiwa tetap ‘adem’ meski kondisi mental sedang mengalami pasang surut.
Bagi Gusti Bhre, kunci utama untuk meraih ketenangan tersebut terletak pada praktik mindfulness. Di era modern yang serba cepat, konsep ini bukan sekadar tren gaya hidup, melainkan kebutuhan dasar untuk membangun kesadaran diri yang mendalam terhadap setiap momen yang sedang dijalani saat ini. Dengan fokus pada apa yang terjadi sekarang, seseorang dapat meminimalisir beban pikiran yang tidak perlu.
Membangun Keademan dari Dalam Diri
Dalam sebuah pertemuan hangat di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Gusti Bhre mengungkapkan bahwa mindfulness adalah fondasi utama untuk menciptakan kedamaian internal. Dengan memiliki kesadaran penuh, seseorang dapat mengelola stres dengan lebih bijak, meningkatkan konsentrasi, serta mengontrol respons emosional terhadap berbagai situasi sulit.
“Bahasa kekiniannya itu mindfulness atau self-awareness. Bagi saya, itu adalah cara fundamental untuk membentuk rasa ‘adem’ dari dalam diri kita sendiri,” ungkap Gusti Bhre di sela-sela agenda temu media beberapa waktu lalu.
Ia menekankan bahwa jiwa yang tenang akan sangat berpengaruh pada kualitas hidup seseorang secara menyeluruh. Ketika batin terasa stabil, segala tindakan maupun proses pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih sadar dan terukur, bukan sekadar reaksi impulsif yang dipicu oleh tekanan keadaan atau emosi sesaat.
Kekuatan Sederhana dari Sebuah Tarikan Napas
Lantas, bagaimana cara praktis yang dilakukan sang bangsawan untuk mencapai kondisi ideal tersebut? Gusti Bhre ternyata tidak menerapkan metode yang rumit atau sulit dijangkau. Ia justru menyoroti satu aktivitas paling dasar manusia yang sering terlupakan: bernapas. Baginya, melatih pernapasan adalah langkah awal yang paling efektif untuk menjaga kesehatan mental.
“Secara teknikal, saya memulainya dari napas. Belajar untuk benar-benar bernapas dan merasakan kehadiran diri kita sendiri melalui setiap tarikan napas tersebut. Dari titik itulah, biasanya rasa tenang dan relaksasi mulai muncul secara alami,” jelasnya lebih lanjut.
Dengan teknik sederhana namun konsisten ini, pengelolaan emosi pun dirasa menjadi lebih ringan. Gusti Bhre membuktikan bahwa di balik tanggung jawab besar yang ia emban sebagai pemimpin Pura Mangkunegaran, langkah-langkah kecil seperti mengambil jeda sejenak untuk mengatur napas mampu memberikan dampak besar bagi kejernihan pikiran dan ketenangan jiwa yang berkelanjutan.