Ikuti Kami
kabarmalam.com

Waspada Jejak Hantavirus di Indonesia: Mengenal Seoul Virus dan Sebarannya di 9 Provinsi

Wahid | kabarmalam.com
Sabtu, 09 Mei 2026 15:35 WIB
Waspada Jejak Hantavirus di Indonesia: Mengenal Seoul Virus dan Sebarannya di 9 Provinsi

Kabarmalam.com — Isu mengenai penyebaran virus yang dibawa oleh hewan pengerat kembali mencuat ke permukaan dan menjadi perhatian serius bagi otoritas kesehatan. Berdasarkan data pemantauan dalam tiga tahun terakhir, Indonesia tercatat telah mengonfirmasi sebanyak 23 kasus hantavirus yang tersebar di sembilan provinsi. Ironisnya, serangan virus ini telah merenggut tiga nyawa, menegaskan bahwa ancaman penyakit menular ini tidak boleh dipandang sebelah mata.

Perlu ditegaskan bahwa hantavirus bukanlah entitas tunggal. Istilah ini merupakan ‘umbrella term’ atau payung besar bagi sekumpulan virus dalam famili Hantaviridae. Setiap anggota dalam keluarga besar virus ini memiliki karakteristik unik, jalur transmisi yang spesifik, serta dampak klinis yang berbeda-beda pada tubuh manusia.

Baca Juga  Rexona Whole Body Battleground: Adu Nyali Selebriti Lawan Bau Badan di Arena Ekstrem

Mengenal Seoul Virus yang Mengintai Indonesia

Hantavirus yang ditemukan di wilayah Indonesia memiliki perbedaan fundamental dengan jenis yang sempat memicu wabah di kapal pesiar MV Hondius. Varian yang menginfeksi pasien di tanah air adalah Seoul virus. Virus jenis ini merupakan penyebab utama Haemorrhagic Fever With Renal Syndrome (HFRS), sebuah kondisi demam berdarah yang disertai dengan gangguan fungsi ginjal.

Dari sisi penularan, Seoul virus di Indonesia hanya berpindah dari hewan pengerat (rodent) ke manusia. Hal ini berbeda dengan Andes virus yang sempat menggegerkan dunia karena kemampuannya menular antarmanusia dan memicu Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang sangat mematikan.

Sebaran Kasus dan Gejala yang Patut Diwaspadai

Hingga saat ini, 23 kasus yang terdeteksi menunjukkan sebaran geografis yang cukup luas di Indonesia. Meski jenis virusnya berbeda dengan varian di luar negeri, gejala hantavirus yang muncul pada pasien tetap memerlukan penanganan medis yang cepat dan tepat. Karena sifat virus yang bervariasi, keluhan yang dirasakan penderita bisa beragam, namun umumnya melibatkan demam tinggi dan gangguan organ dalam.

Baca Juga  Antisipasi Virus Andes: Pakar IDAI Tegaskan Belum Terdeteksi di Indonesia

Kehadiran Seoul virus di sembilan provinsi ini menjadi alarm bagi masyarakat untuk lebih menjaga kebersihan lingkungan, terutama dalam meminimalisir kontak dengan tikus atau hewan pengerat lainnya. Penguatan edukasi mengenai kesehatan lingkungan diharapkan dapat menekan angka temuan kasus baru di masa mendatang dan mencegah terjadinya lonjakan fatalitas yang lebih besar.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid