Ikuti Kami
kabarmalam.com

Lelah Berjuang Sendiri? Waspadai 5 Sinyal ‘One-Sided Friendship’ yang Bisa Menguras Energi Mental

Jurnal | kabarmalam.com
Senin, 27 Apr 2026 05:34 WIB
Lelah Berjuang Sendiri? Waspadai 5 Sinyal 'One-Sided Friendship' yang Bisa Menguras Energi Mental

Kabarmalam.com — Menjalin ikatan persahabatan sejatinya adalah sebuah perjalanan dua arah yang dihiasi dengan komunikasi timbal balik. Meski dalam praktiknya investasi emosional tidak selalu harus terbagi rata 50/50 setiap saat, sebuah hubungan sosial tetap dianggap sehat jika kedua belah pihak merasa memiliki ruang untuk saling terhubung dan dihargai.

Namun, pernahkah Anda merasa bahwa Anda adalah satu-satunya orang yang berusaha menjaga api pertemanan tetap menyala? Jika rasa lelah mulai mendominasi daripada kebahagiaan saat berinteraksi, besar kemungkinan Anda terjebak dalam one-sided friendship atau pertemanan sepihak. Fenomena ini jika dibiarkan tentu dapat berdampak buruk pada kesehatan mental seseorang.

Berikut adalah lima tanda peringatan pertemanan sepihak yang dirangkum oleh para ahli dan terapis untuk membantu Anda mengevaluasi kembali lingkaran sosial Anda:

1. Inisiatif Komunikasi yang Tidak Seimbang

Pernahkah Anda memperhatikan riwayat percakapan di aplikasi pesan instan Anda? Jika deretan pesan tersebut selalu dimulai oleh Anda, ini adalah sinyal pertama yang perlu diwaspadai. Tiana Leeds, seorang terapis terkemuka asal California, menekankan bahwa seorang sahabat yang baik—sesibuk apa pun mereka—pasti akan menunjukkan rasa ingin tahu terhadap kabar Anda. Hubungan yang sehat tidak akan membiarkan satu orang merasa seperti sedang mengejar bayangan.

Baca Juga  Skandal Pelecehan Seksual Digital di FH UI: Luka Psikologis yang Tak Kasat Mata Namun Mematikan

2. Peran ‘Terapis Pribadi’ Tanpa Timbal Balik

Berbagi keluh kesah atau curhat adalah bumbu dalam hubungan sosial. Namun, waspadalah jika teman Anda hanya datang saat mereka ingin menumpahkan beban pikiran, tetapi mendadak ‘menghilang’ atau tidak acuh saat Anda membutuhkan pendengar. Hope Kelaher, penulis buku Here to Make Friends, menyebutkan bahwa situasi ini sering kali membuat Anda terjebak menjadi ‘terapis gratisan’. Tanpa adanya proses saling mendengarkan, energi Anda akan terkuras habis demi seseorang yang tidak menghargai waktu Anda.

3. Hadir Hanya Sebagai Opsi Cadangan

Ciri mencolok dari one-sided friendship adalah ketika Anda hanya dihubungi saat rencana mereka dengan orang lain batal. Anda seolah-olah menjadi ‘ban serep’ atau pilihan terakhir untuk mengisi waktu luang mereka. Dalam pertemanan sehat, seseorang akan mengalokasikan waktu khusus untuk Anda karena mereka memang menghargai kehadiran Anda, bukan karena mereka tidak punya pilihan lain.

Baca Juga  Haus Validasi di Balik Konten Peniru Mendiang Artis, Pakar Kesehatan Jiwa Ungkap Risiko Eksploitasi Emosi

4. ‘Sibuk’ yang Terpilih

Kesibukan pekerjaan atau studi adalah alasan yang sangat manusiawi. Namun, hal ini menjadi janggal jika teman Anda mengaku terlalu sibuk untuk membalas pesan Anda selama berhari-hari, namun di saat yang sama mereka sangat aktif mengunggah momen kebersamaan dengan teman lain di media sosial. Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki waktu, hanya saja Anda tidak masuk dalam skala prioritas mereka.

5. Absen di Momen-Momen Krusial

Dukungan emosional adalah fondasi utama persahabatan. Teman yang tulus akan berusaha hadir—baik secara fisik maupun melalui pesan penyemangat—di saat Anda menghadapi momen penting, baik itu pencapaian besar maupun masa-masa sulit. Jika mereka sering melupakan hari penting Anda atau bersikap abai saat Anda sedang terpuruk, mungkin sudah saatnya Anda mempertanyakan ketulusan hubungan tersebut.

Baca Juga  Bukan Sekadar Olahraga, Inilah Rahasia Visual di Balik Perut Kencang Miranda Kerr di Runway Victoria's Secret

Bagaimana Cara Menyikapinya?

Jika Anda merasakan tanda-tanda di atas, jangan terburu-buru mengambil langkah drastis secara emosional. Kabarmalam.com menyarankan untuk melakukan komunikasi yang jujur namun tetap tenang. Cobalah untuk membuka percakapan dengan menanyakan kabar hubungan Anda secara santai, atau ungkapkan perasaan Anda tanpa nada menyalahkan. Kejujuran sering kali menjadi ujian terakhir untuk melihat apakah pertemanan tersebut layak untuk diperjuangkan atau lebih baik dilepaskan demi kedamaian batin Anda.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com