Ikuti Kami
kabarmalam.com

Dibalik Luka 132 Foto: Kisah Pilu Istri di China yang Dibohongi Suami Berharta Rp 37 Miliar

Jurnal | kabarmalam.com
Minggu, 14 Jun 2026 19:34 WIB
Dibalik Luka 132 Foto: Kisah Pilu Istri di China yang Dibohongi Suami Berharta Rp 37 Miliar

Kabarmalam.com — Sebuah tabir gelap menyelimuti kehidupan rumah tangga Wang, seorang wanita berusia 53 tahun asal Chongqing, China. Selama puluhan tahun, ia terjebak dalam pusaran penderitaan yang tak terbayangkan, di mana kekerasan fisik dan kemiskinan semu menjadi kawan setianya sehari-hari. Namun, di balik luka lebam yang ia simpan, tersimpan sebuah fakta yang lebih menyakitkan: suaminya, He, ternyata menyembunyikan kekayaan bernilai fantastis di saat dirinya berjuang untuk sekadar bertahan hidup.

Dekade Penuh Kekerasan dan Bukti yang Tak Terbantahkan

Menikah sejak tahun 1998, Wang awalnya memimpikan sebuah keluarga yang utuh dan bahagia. Namun, bayang-bayang kekerasan dalam rumah tangga mulai menghantui hidupnya selama lebih dari sepuluh tahun terakhir. Antara tahun 2020 hingga 2023 saja, Wang tercatat mengalami penganiayaan fisik sebanyak lebih dari 10 kali. Seolah telah memprediksi bahwa keadilan butuh bukti nyata, Wang mengumpulkan 132 foto yang mendokumentasikan setiap inci luka di tubuhnya.

Baca Juga  Tamu Tak Diundang di Hari Bahagia: Viral Aksi 'Penyusup' Kecil di Balik Sanggul Melati Pengantin India

Dampaknya sangat fatal. Wang menderita patah pada tiga tulang rusuk, cedera otak serius, hingga kehilangan pendengaran secara permanen. Tak hanya fisik, kesehatan mentalnya pun hancur hingga ia didiagnosis mengalami depresi berat. Di tengah rasa sakit itu, Wang harus menelan pil pahit saat mengetahui bahwa suaminya menjalin hubungan gelap dengan wanita lain.

Perselingkuhan dan Ancaman Nyawa

Kekejaman He tidak berhenti pada fisik. Ia dengan terang-terangan memamerkan perselingkuhannya, bahkan membawa selingkuhannya untuk berhadapan langsung dengan Wang guna memicu konflik. Hubungan gelap ini pun disertai dengan intimidasi; selingkuhan sang suami bahkan sempat mengancam akan menyewa pembunuh bayaran agar Wang bersedia menandatangani surat perceraian.

Selama bertahun-tahun, Wang bertahan demi putrinya yang saat itu masih berusia 13 tahun. Sang anak sempat memohon sambil bersujud agar orang tuanya tidak berpisah. Namun, paradigma sang putri berubah drastis setelah ia sendiri turut menjadi sasaran amarah dan kekerasan sang ayah. Sejak saat itu, dukungan sang anak berbalik sepenuhnya demi kemerdekaan ibunya.

Baca Juga  Menanggalkan Gemerlap Panggung, Kisah Choi Kang Hee yang Kini Bahagia Jadi Pembersih Rumah Artis

Paradoks Kekayaan: Hidup Melarat di Atas Rp 37 Miliar

Aspek yang paling mengejutkan dari tragedi ini adalah soal harta kekayaan. Selama menikah, He sangat tertutup mengenai kondisi finansialnya dan hanya memberikan nafkah yang sangat minim. Wang harus memutar otak untuk mencukupi kebutuhan harian dengan biaya seadanya. Ironisnya, saat Wang harus menjalani pengobatan medis di Beijing, ia hanya mampu menginap di hotel kelas bawah dengan tarif Rp 132 ribu per malam.

“Saya hanya mengenakan kaus seharga kurang dari 100 yuan (Rp 264 ribu), sementara dia selalu tampil dengan pakaian bermerek dan rutin melakukan perawatan estetika,” tutur Wang dalam tangisnya. Ketekunan Wang dalam menelusuri rekening bank suaminya membuahkan hasil yang mencengangkan. Ia menemukan bahwa He menyimpan dana sebesar 14 juta yuan atau setara dengan Rp 37 miliar, namun menolak memberikan nafkah bulanan sebesar Rp 6,6 juta kepada istrinya.

Baca Juga  7 Drama China Historical Romance Paling Baper dengan Intrik Kerajaan yang Menegangkan

Menuntut Keadilan di Meja Hijau

Pada awal tahun 2025, Wang akhirnya memberanikan diri untuk melaporkan kekejaman ini ke Federasi Perempuan Distrik Yongchuan. Langkah hukum ini berbuah manis dengan dikeluarkannya perintah perlindungan dari pengadilan setempat. Pada Oktober 2025, majelis hakim secara resmi menyatakan He bersalah atas tindakan penganiayaan berat.

Meski rincian hukuman penjara He tidak dipublikasikan secara mendalam, keputusan ini menjadi angin segar bagi Wang yang kini tengah memproses perceraian mereka. Kisah tragis ini telah memicu gelombang kemarahan publik di China, di mana netizen menuntut agar Wang mendapatkan pembagian harta yang adil setelah masa mudanya habis dalam penderitaan dan kebohongan.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com