Berjuang Melawan Fibrosis Paru, Kondisi Kesehatan Calon Ratu Norwegia Mette-Marit Dilaporkan Kian Memburuk
Kamis, 28 Mei 2026 19:34 WIB
Kabarmalam.com — Kabar kurang sedap datang dari belahan utara Eropa. Sosok calon Ratu Norwegia, Putri Mahkota Mette-Marit, kini tengah menjadi pusat perhatian dunia lantaran kondisi kesehatannya yang dikabarkan terus merosot. Pangeran Mahkota Haakon tak mampu menyembunyikan rasa khawatirnya saat mengungkapkan bahwa sang istri kini harus bergantung pada bantuan selang oksigen setiap hari untuk menunjang aktivitasnya.
Perjuangan Panjang Melawan Penyakit Paru Kronis
Sejak tahun 2018, Putri Mette-Marit telah didiagnosis menderita pulmonary fibrosis atau fibrosis paru. Penyakit ini merupakan kondisi kronis di mana jaringan paru-paru mengalami luka dan penebalan, yang pada akhirnya menghambat pasokan oksigen ke dalam aliran darah. Bagi penderitanya, setiap napas yang diambil bisa menjadi sebuah perjuangan yang melelahkan.
Hingga saat ini, dunia medis belum menemukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini secara total. Fokus pengobatan biasanya hanya ditujukan untuk memperlambat kerusakan organ dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Namun, laporan terbaru menunjukkan bahwa kondisi kesehatan Putri Mette-Marit justru menunjukkan tanda-tanda penurunan yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Kekhawatiran Pangeran Mahkota Haakon
Pangeran Mahkota Haakon memberikan pernyataan yang cukup emosional saat ditemui media usai menghadiri penganugerahan Abel Prize di Oslo baru-baru ini. Ia mengakui bahwa kondisi istrinya kini lebih serius daripada sebelumnya.
“Putri Mahkota sedang menghadapi masa yang sulit secara medis. Saya rasa kondisinya sedikit memburuk belakangan ini, dan jujur saja, saya sangat khawatir,” ujar Haakon dengan nada berat. Beliau juga mengonfirmasi bahwa penggunaan bantuan oksigen kini telah menjadi bagian dari rutinitas harian Mette-Marit guna membantunya menjalani aktivitas terbatas.
Dampak terhadap Tugas Kerajaan
Kondisi fisik yang tidak stabil memaksa wanita berusia 52 tahun tersebut untuk menarik diri dari berbagai agenda publik. Keluarga Kerajaan Norwegia kini lebih selektif dalam mengatur jadwal sang Putri. Penampilan publiknya pun menjadi pemandangan langka, dan ketika muncul, kehadiran selang oksigen yang melekat pada dirinya menjadi pengingat nyata akan perjuangan medis yang ia lalui.
Selain masalah kesehatan, beberapa waktu lalu nama Mette-Marit juga sempat menjadi sorotan terkait hubungan pertemanannya di masa lalu dengan Jeffrey Epstein. Dalam sebuah wawancara dengan NRK, ia secara terbuka menyatakan penyesalannya dan mengakui bahwa ia seharusnya memutus komunikasi tersebut lebih awal.
Kemungkinan Transplantasi Paru-Paru
Spekulasi mengenai langkah medis yang lebih agresif pun mulai bermunculan. Mette-Marit sempat menyinggung bahwa transplantasi paru-paru mungkin menjadi jalan terakhir yang harus ditempuh. Menanggapi hal ini, Pangeran Haakon menegaskan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan tim dokter ahli.
“Semua tergantung pada pertimbangan medis. Para dokter yang akan menentukan kapan waktu yang tepat. Sayangnya, progres penyakit ini berjalan lebih cepat dari yang kami perkirakan sebelumnya,” tambahnya.
Dalam sebuah program televisi bertajuk Year with the Royal Family, Mette-Marit sendiri berbicara jujur mengenai kondisinya. Meski awalnya ia berharap obat-obatan dapat mengendalikan gejala dalam waktu lama, kenyataannya penyakit tersebut berkembang dengan kecepatan yang melampaui ekspektasi tim medis. Dukungan dan doa dari masyarakat Norwegia pun terus mengalir bagi calon ratu mereka agar tetap kuat dalam menghadapi masa-masa sulit ini.